Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Nama Abdul El-Sayed disorot masyarakat dunia setelah mencetak sejarah sebagai pria Muslim pertama yang terpilih menjadi senator Amerika Serikat.

Menurut laporan Associated Press pada Rabu (4/11/2026), politikus partai Demokrat berusia 42 tahun itu memenangkan pemilihan senat di negara bagian Michigan, menggantikan Gary Peters yang pensiun

Ia meraih 52,4 persen suara, mengungguli rivalnya dari Partai Republik, Mike Rogers, yang mengumpulkan 45,6 persen suara.

Dalam kampanyenya, Abdul El-Sayed mengusung sejumlah agenda, di antaranya layanan kesehatan universal, pajak kekayaan bagi miliarder, dan mengurangi kepentingan kelompok kaya dalam politik.

| Baca Juga: Ramai Pajak Pembalut di Indonesia, Deretan Negara Ini Hapus Pajak Produk Menstruasi

Kemenangan pria keturunan Mesir-Amerika itu menjadi sorotan tersendiri, mengingat rentetan kontroversi yang mewarnai perjalanan kampanyenya.

Melansir BBC, ia menghadapi serangan politik dari kubu lawan, terutama terkait pandangan politik dan identitas agamanya. Lawannya pun tidak bisa dibilang remeh.

Mike Rogers, kanditat yang didukung oleh Presiden Donald Trump, menggambarkan El-Sayed sebagai seorang komunis. Ia juga mengkritik sikap lawannya itu terhadap Israel dan menyinggung keyakinan agamanya.

Selain itu, El-Sayed juga menghadapi tuduhan terorisme yang tidak berdasar. Donald Trump bahkan pernah melayangkan serangan bernada Islamofobia kepadanya.

| Baca Juga: Ernest Prakasa dan Bintang Emon Angkat Tiga Jari Dukung Demo IndonesiaSadar, Ini Maknanya

Presiden Amerika Serikat ke-47 itu menyebut El-Sayed sebagai satu-satunya senator yang harus melewati detektor logam sebelum sebelum masuk ke Senat.

Alih-alih marah, Abdul El-Sayed justru memberikan balasan menohok. Ia mengatakan akan melewati detektor logam asalkan sang presiden mau menjalani tes kebohongan.

"Begini kesepakatannya Donald, dengarkan ini. Aku akan melewati detektor logam jika Anda duduk di tes pendeteksi kebohongan," ujarnya dalam klip yang viral di media sosial.

Dalam pidato kemenangannya, El-Sayed mengatakan bahwa lawan-lawannya telah menjalankan salah satu kampanye terburuk. Mereka menyerangnya karena nama dan agamanya.

| Baca Juga: Wanda Hamidah Hingga Reza Rahadian Ikut Turun Demo di Jakarta 28 Oktober 2026

"Mereka menginginkan Amerika yang terlalu kecil bagi sebagian dari kita. Kita tahu bahwa ini adalah Amerika yang cukup besar bagi kita semua," katanya.

Sebelum terpilih sebagai senator, Abdul El-Sayed dikenal sebagai dokter sekaligus pakar kesehatan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kesehatan Detroit pada 2015 hingga 2017.

Sebelum Abdul El-Sayed, Ada Zohran Mamdani

Nama Abdul Al-Sayed disandingkan dengan Zohran Mamdani yang juga mencetak sejarah sebagai pemimpin Muslim di panggung politik Amerika Serikat. Keduanya merupakan rekan di Partai Demokrat.

Mamdani terpilih sebagai Wali Kota New York City setelah memenangkan pemilihan umum pada 4 November 2025. Ia menjadi Muslim pertama yang memimpin NYC. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: