Dituduh Lakukan Doxing Kepada Pencari Kerja, Ryu Kintaro Tantang Pertemuan Terbuka
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Tim kreator konten cilik Ryu Kintaro diduga melakukan doxing kepada seorang pencari kerja. Bocah berusia 11 tahun itu sendiri telah buka suara dan mengajak pihak bersangkutan untuk bertemu secara langsung.
Semua bermula ketika akun Instagram @manusia_1080p mengaku pernah mengikuti salah satu rekrutmen posisi videografer dan editor. Namun hasil tes yang ia serahkan justru digunakan secara sepihak.
“Udah pernah dites, tiap ditanya hasilnya pasti jawabannya ngegantung. Tapi video yang saya edit udah di-upload di YouTube-nya,” tulis pemilik akun.
| Baca Juga: Catat Sejarah! Abdul El-Sayed Jadi Senator Muslim Pertama di AS
Tak lama setelahnya, ia mengaku mendapatkan pesan bernada ancaman dari seseorang yang diduga adalah tim Ryu Kintaro.

Tangkapan layar yang dibagikan pemilik akun menunjukkan orang tersebut bisa mendapatkan alamat rumahnya dengan mudah. Orang itu mengaku akan menghabisinya apabila si pemilik akun bertindak macam-macam.
Menanggapi hal tersebut, Ryu melalui akun Threads pribadinya mengajak akun @manusia_1080p untuk bertemu guna menyelesaikan masalah tersebut, termasuk tuduhan doxing yang dilayangkan kepadanya.
“Silakan bawa seluruh bukti yang Anda miliki. Jika semua tuduhan Anda terbukti benar, saya siap bertanggung jawab dan memberikan kompensasi sebesar Rp10 juta secara tunai,” tulisnya, Kamis (5/11/2026).
| Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Selebgram Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi
Namun apabila tudingan si pemilik akun terbukti salah, putra Christopher Sebastian itu mempertimbangkan untuk mengambil langkah hukum.

Sementara di Instagram Story, Ryu menyatakan bahwa pertemuan tersebut akan dilakukan pada Jumat (6/11/2026).
“Klarifikasi lengkap dari pihak kami, berdasarkan fakta, bukan asumsi. Dan setiap pernyataan ada konsekuensinya, termasuk tuduhan tentang doxing, kita siap pembuktian. Jangan memelintir fakta dan mempermainkan korban!” tulisnya.
1 2







