Massa Aksi Demo Tuntut Pemboikotan Ruben Onsu Terungkap Orang Bayaran
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA – Ruben Onsu membeberkan fakta mengejutkan di balik aksi demo yang menuntut pemboikotan dirinya dari media. Ia menyebut massa yang terlibat merupakan orang bayaran.
Melalui Instagram pribadinya, Kamis (5/11/2026), mantan suami Sarwendah itu membagikan video seorang peserta mengaku mengikuti unjuk rasa karena ikut-ikutan.
Ia juga mengunggah tangkapan layar pesan WhatsApp berisi ajakan untuk mengikuti aksi damai di depan gedung salah satu stasiun televisi di Jakarta pada 5 November 2026.
Dalam pesan tersebut tertulis peserta akan menerima bayaran Rp40 ribu. Mereka diminta berkumpul sebelum pukul 10.00 WIB dan mengenakan pakaian rapi.
| Baca Juga: Heboh Massa Demo Tuntut Ruben Onsu Diboikot dari Seluruh Media, Apa Masalahnya?
“Tenang de, gak usah ngomong kita udah tahu kok dalangnya. Seru juga pake dresscode nih ye. Kalau ada yang mau ikut info ke mana untuk demo,” tulis Ruben dalam keterangan unggahannya.
Presenter berusia 43 tahun itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena demo yang menyeret namanya menutupi masalah pemerintahan yang lebih penting.
“Maaf ya netizen, padahal masih ada masalah pemerintahan yang penting, tapi ini gak mau kalah spotlight nih. Ada aje gerbarakannye,” lanjutnya.
Ruben tidak memberikan bocoran mengenai sosok dalang demo yang dimaksud. Namun, ia mencari sosok Bang Epul yang mengaku sebagai 'pemegang aturan'.
| Baca Juga: Ayah Mertua Meninggal Dunia, Rigen Rakelna: Insya Allah Aku Jaga Keluarga
Dalam unggahan lain di Instagram Story, Ruben menyinggung soal biang kerok yang diyakininya akan terungkap dengan sendirinya.
"Ade aja ye, gak mau kalah berita, pengalihan kesalahan pelaporan, duduk manis aja tunggu dipanggil, jangan arogan, nanti ketahuan deh siapa biang keroknya," tulisnya, Kamis (5/11/2026).
Kenapa Ruben Onsu Didemo?
Diketahui, aksi demonstrasi yang menuntut Ruben Onsu diboikot dari seluruh media terjadi di depan gedung salah satu stasiun televisi di Jakarta Selatan pada Kamis (5/11/2026).
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa berkumpul sambil membentangkan spanduk berisi narasi penolakan LGBT.
| Baca Juga: Ahmad Assegaf Akhirnya Buka Suara soal Retakan Rumah Tasya Farasya: Sebenarnya Tidak Sebesar Itu
Salah satu spanduk bertuliskan, “Artis Cabul LGBT Musuh Negara." Spanduk lain berisi tuntutan, "Boikot Ruben Onsu. Jangan beri ruang bagi Ruben Onsu di seluruh media."
Isu yang disuarakan oleh massa berkaitan dengan laporan dugaan pencabulan terhadap sesama jenis yang menjerat Ruben.
Ayah empat anak itu dilaporkan ke polisi oleh sejumlah pihak atas dugaan tindak pencabulan yang terjadi pada 2024.
Salah seorang kuasa hukum pelapor, Muhammad Febi Faisal, menyebut alasan korban membuat laporan dua tahun setelah kejadian karena mereka baru menyadari telah mengalami pelecehan.
Hingga saat ini, laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan awal oleh pihak kepolisian di Polda Metro Jaya. Belum ada kesimpulan apakah Ruben Onsu benar-benar bersalah atau tidak. (*)







