Salmafina Sunan Pilih Absen dari Tren ‘Stop The Wedding’ Demi Hormati Mantan Suami
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Di tengah viralnya tren ‘Stop The Wedding’, Salmafina Sunan memilih untuk tidak ikut-ikutan. Dia mengaku tidak menyesali pernikahannya dengan Taqy Malik.
Sebagai informasi, tren tersebut terinspirasi dari lagu ‘Stop The Wedding’ Ashlyn Rae Willson alias Ashe. Sejumlah netizen menggunakannya untuk memperingatkan orang lain agar tidak terjebak dalam hubungan asmara yang toksik.
Beberapa figur publik Indonesia yang turut meramaikan tren tersebut adalah Tasya Farasya, Tengku Dewi Putri, serta Sarwendah Tan. Mereka membagikan pesan mengenai pentingnya untuk tidak terburu-buru memilih pasangan hidup.
| Baca Juga: Urus Kesalahan Dokumen Perceraian, Salmafina Sunan Tegaskan Tak Menyesal Cerai dari Taqy Malik
Namun di tengah maraknya tren tersebut, Salmafina Sunan memilih untuk tidak terlibat. Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada orang-orang yang turut berpartisipasi.
Ia mengaku tidak pernah menyesali pernikahan dan perceraiannya dengan Taqy Malik. Menurutnya, setiap fase kehidupan pasti akan memberinya pelajaran hidup.
“Buatku, setiap fase kehidupan selalu punya pelajaran. Ada hal-hal yang patut disyukuri, ada hal-hal buruk yang bisa dijadikan pembelajaran, dan itulah hidup,” tulisnya di Threads, Minggu (8/11/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya menjaga privasi. Putri pengacara kondang Sunan Kalijaga itu merasa tidak perlu mengungkap kegagalan rumah tangganya untuk membuktikan sesuatu.
“Bagiku, itu berarti membuka kembali hal-hal yang selama ini sudah aku pilih untuk tidak menjadi konsumsi publik. Dan secara tidak langsung bisa menjadi ruang untuk menjelekkan mantan pasangan,” lanjutnya.
| Baca Juga: Sosok Suami Celine Evangelista Dibongkar Sahabat
Baginya, hubungan yang telah berakhir tetap bisa disikapi secara dewasa dengan rasa penuh hormat.
Kegagalan pernikahan justru bisa menjadi sarana untuknya mengenal diri sendiri dengan lebih baik, sehingga ke depannya ia bisa lebih berhati-hati dan bijaksana.
1 2







