Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Kabar kemenangan undian lewat pesan singkat bisa memicu euforia, tetapi di saat itulah kewaspadaan harus bekerja lebih cepat. Modus penipuan berkedok undian kian meyakinkan, mulai dari meniru identitas perusahaan, meminta transfer dengan dalih biaya administrasi atau pajak, hingga mengarahkan korban ke tautan pencuri data pribadi.

Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Tjia, mengatakan pemberitahuan kepada pemenang semestinya dilakukan secara resmi dan mengikuti prosedur. Berikut lima hal yang perlu diperiksa:

1. Pastikan penyelenggara resmi. Jangan percaya pada logo atau akun yang tampak profesional. Periksa situs web dan akun media sosial terverifikasi, lalu cari sendiri kontak resminya. Jangan mengandalkan nomor atau tautan dari pihak yang mengaku panitia.

"Hindari memberikan data sensitif atau melakukan pembayaran kepada pihak yang belum terverifikasi," ujar Swandi.

| Baca Juga: Tergiur Hadiah Mobil dan Gadget? Ini Tips Ikut Undian agar Anak Muda Tak Rugi

2. Baca syarat dan ketentuan. Aturan main menjadi petunjuk untuk membedakan program yang jelas dari yang mencurigakan.

Waspadai jika mekanisme tidak transparan, aturan berubah mendadak, atau informasi penyelenggara sulit ditemukan. Jika undian mensyaratkan pembelian, pertimbangkan pengeluaran secara rasional.

3. Jangan berikan PIN dan kode OTP. Pelaku kerap meminta PIN, kata sandi, OTP, foto KTP, atau data rekening dengan dalih verifikasi.

Hindari juga membuka tautan mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber tak tepercaya.

| Baca Juga: Stroller untuk Orang Tua Urban: Bukan Sekadar Ringkas, Ini yang Sering Terlupakan

4. Hentikan jika diminta transfer. Biaya administrasi, pajak hadiah, atau ongkos kirim adalah alasan yang lazim dipakai. Swandi menegaskan penyelenggara resmi tidak meminta biaya apa pun untuk klaim hadiah. Setiap permintaan pembayaran perlu dicek lewat ketentuan resmi, apalagi jika diminta ke rekening pribadi.

5. Waspadai pesan yang mendesak. Kalimat seperti "hadiah akan hangus hari ini" dimaksudkan agar korban tak sempat berpikir jernih.

1 2

Tags: