Harry dan Meghan Kembali Menetap di Inggris, Raja Charles III: Mereka Warga Biasa
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Raja Charles III menegaskan bahwa status Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang kembali ke Inggris pada Agustus lalu, adalah warga sipil biasa. Keduanya dilarang menggunakan gelar kehormatan.
Menurut laporan People, Selasa (8/9/2026), penegasan status itu dibagikan melalui surat yang dikirimkan Lord Chamberlain (pejabat senior Rumah Tangga Kerajaan) atas nama sang raja.
Surat tersebut dikirimkan kepada tim Pangeran Harry, instansi pemerintah, pejabat militer, serta para Lord Lieutenant (perwakilan pribadi Raja di setiap wilayah Britania Raya).
Isinya memuat pernyataan mengenai status Harry dan Meghan sebagai anggota keluarga kerajaan yang tidak lagi menjalankan tugas resmi. Pasangan itu dilarang menggunakan gelar 'Yang Mulia'.
| Baca Juga: Donald Trump 'Ngompori' Raja Charles III, Akui Senang Harry dan Meghan Pindah dari AS
Dalam suratnya, Raja Charles III juga memperjelas bahwa segala kegiatan yang dilakukan oleh putra bungsu dan menantunya itu bersifat pribadi, tidak mewakili Keluarga Kerajaan.
Termasuk kunjungan yang akan dilakukan oleh Harry dan Meghan bukanlah bagian dari kegiatan resmi kerajaan.
Pengumuman mengenai status Pangeran Harry ini sebenarnya bukan hal baru. Surat yang dibagikan Raja Charles III hanyalah penegasan dari Perjanjian Sandringham 2020.
Perjanjian tersebut berisi kesepakatan resmi keluarga Kerajaan Inggris yang mengatur pengunduran diri Pangeran Harry dan Meghan Markle dari tugas sebagai anggota senior kerajaan.
| Baca Juga: Sebulan Belum Ada Kemajuan, Pelapor Desak Polisi Segera Periksa Suami Cut Keke Atas Dugaan Perselingkuhan
"Untuk menghindari keraguan atau kebingungan (mengenai status Harry dan Meghan), Raja telah menginstruksikan agar informasi berikut disampaikan," begitu bunyi surat sang Raja, dikutip dari People.
Harry dan Meghan Tidak Diberi Waktu Berdiksusi
Juru bicara pasangan itu mengaku terkejut dengan keputusan kerajaan menyebarkan surat tersebut tanpa memberikan mereka kesempatan untuk berdiskusi.
1 2







