Produksi Drakor Menyusut 30 Persen, Regenerasi Penulis dan Aktor Ikut Terancam
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Popularitas drama Korea di berbagai negara belum cukup untuk menjaga industri produksinya tetap stabil.
Di balik kesuksesan sejumlah judul di platform global, jumlah drama yang diproduksi Korea Selatan justru menyusut sekitar 30 persen dalam dua tahun.
Kondisi ini membuat 12 organisasi industri drama mendesak pemerintah turun tangan sebelum fondasi produksinya semakin melemah.
Desakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama di Korea Press Center, Seoul, pada Rabu (4/11/2026).
| Baca Juga: Biaya Produksi Capai Rp400 M, 'Perfect Crown' Jadi Drama Korea Terburuk 2026
Mereka meminta pemerintah dan parlemen menjadikan pemulihan jumlah produksi drama sebagai target kebijakan nasional.
Dilansir dari data Korea Drama Production Association pada Rabu (4/11/2026), produksi drama Korea turun dari 141 judul pada 2022.
Sementara itu, dilansir dari Reuters pada tanggal yang sama menyebut jumlah produksi pada 2025 berada di kisaran 115 judul.
Penurunan ini bukan sekadar persoalan berkurangnya tontonan baru. Industri khawatir kesempatan kerja dan ruang berkembang bagi para pekerja kreatif ikut menghilang.
| Baca Juga: Lady Albani 'The Remarried Empress' Disebut Mirip Istri Gubernur Kaltim, Setuju?
12 Organisasi Minta Pemerintah Siapkan Dana 1 Triliun Won
Dalam pernyataan bersama, 12 organisasi tersebut memperingatkan bahwa fondasi produksi drakor berisiko runtuh.
Mereka menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut kesulitan bisnis satu sektor, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan Hallyu dan perekonomian Korea Selatan.
1 2







