VIVIA MEDIA — Musisi sekaligus presenter Onadio Leonardo resmi menandai kembalinya ia ke industri layar lebar tanah air. Mantan vokalis Killing Me Inside ini didapuk untuk membintangi film berjudul Seni Merayu Tuhan.

Film tersebut menjadi proyek perdana Onad, sapaan akrab Onadio Leonardo, setelah ia menyelesaikan masa pemulihan di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia (Ultra), Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Sebagaimana diketahui, Onad dinyatakan bebas murni pada Januari 2026 lalu setelah menjalani rehabilitasi selama tiga bulan.

Dalam film tersebut, Onad memerankan karakter bernama Gerry. Gerry digambarkan sebagai seorang bos kanal YouTube yang memiliki obsesi tinggi terhadap materi. Karakter ini mencerminkan sisi pragmatis dan ambisius dalam industri konten digital yang kompetitif.

Berperan sebagai Gerry, Onad mengaku tidak menemukan kesulitan yang berarti selama proses pendalaman karakter. Menurutnya, kepribadian Jerry memiliki banyak kemiripan dengan dirinya di kehidupan nyata, terutama dalam hal etos kerja dan pandangan terhadap aspek finansial.

| Baca Juga: Hannah Al Rashid Dipercaya Bintangi Proyek Horor Terbaru Mike Wiluan

"Aku berperan sebagai Gerry, seorang bos YouTuber yang selalu berorientasi pada duit, duit, duit, dan duit. Jadi sebenarnya aku nggak begitu akting sih di sini, emang jadi diri sendiri aja," jelas Onad di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Meski pembawaannya jenaka, Onad menyebut Gerry adalah "bumbu" penting dalam narasi film ini. Karakter Gerry berinteraksi intens dengan tokoh lain seperti Hikmah dan Otib, yang memberikan dinamika tersendiri dalam alur cerita Seni Merayu Tuhan.

Dari Literasi ke Sinematografi: Apresiasi untuk Habib Jafar

Film ini diadaptasi dari karya literasi milik pendakwah kondang, Habib Jafar. Onad, yang juga dikenal sebagai mitra diskusi Habib Jafar dalam konten 'Login', mengaku telah mengenal buku tersebut sejak tahun 2021. Namun, ia baru mendalami isinya secara utuh saat proyek film ini dimulai.

"Jadi aku sebenarnya sudah dikasih bukunya Habib tahun 2021 ya? Betul, cuma baru aku baca pas ada project film ini. Menurut aku bukunya bagus banget," puji Onad.

| Baca Juga: Anggy Umbara Pamer Momen Akrab Bersama Joko Anwar dan Hanung Bramantyo di BIFAN 2026

Pria 36 tahun ini memberikan pujian tinggi terhadap transisi karya Habib Jafar dari buku ke layar lebar. Apalagi ia bersahabat dengan Habib Jafar lebih dari empat tahun.

"Pertama kali aku bikin konten 'Login' 4 tahun lalu, kan ke rumah Habib, isinya semua buku sampai ke plafon. Gue sampai nanya, ini rumah atau toko buku?" seloroh Onad.

Ia juga mengucapkan selamat akhirnya salah satu karya sahabatnya diangkat ke layar lebar.

"Aku mau bilang, jujur nice banget, karena aku kenal Habib ini sudah lama. Akhirnya apa yang Habib suka, yaitu literasi, kesampaian jadi film. Congratulations, Cucu Nabi!" ungkapnya bangga.

Ia menilai dari trilogi buku Habib Jafar—Seni Merayu Tuhan, Tuhan Ada di Hatimu, dan Logi—judul Seni Merayu Tuhan adalah yang paling menyentuh dan mudah diterima oleh perasaannya.

| Baca Juga: Raih Award Tertinggi di Festival Film Los Angeles, 'Bandit' Harumkan Nama Indonesia

"Ini yang paling soft dan paling gampang masuk ke hati aku," ujarnya.

Pesan Universal dan Identitas Lintas Agama

Meskipun film ini memiliki unsur religi yang cukup kuat, Onad menekankan bahwa Seni Merayu Tuhan tidak bersifat eksklusif untuk satu keyakinan saja. Baginya, pesan yang ingin disampaikan melalui film ini jauh lebih luas dan menyentuh sisi kemanusiaan serta identitas diri.

"Film ini sifatnya lebih universal. Jadi tidak terpaku pada satu agama saja, meskipun unsur Islam-nya mendominasi. Tapi di film ini tidak tertuju ke satu agama, melainkan lintas agama dan lebih ke arah identitas," jelas Onad.

Saat ditanya mengenai "pencerahan" spiritual yang didapatnya selama proses syuting, Onad menjawab dengan gaya khasnya yang santai.

"Aduh, aku mau dicerahkan nih? Ya Allah, Ya Allah... Pencerahannya apa ya? Sebenarnya film ini surprise sih, belum pernah diceritakan di podcast mana pun," ujar Onad.

| Baca Juga: Pemeran 'Avatar: The Last Airbender', Miya Cech Dianiaya Orangtua Angkat

"Pencerahannya banyak, karena menurut aku film ini sifatnya lebih universal. Jadi tidak terpaku pada satu agama saja, meskipun unsur Islam-nya mendominasi seperti yang kita tahu," sambungnya.

Untuk itu, ia mengajak penonton untuk menyaksikan sendiri bagaimana pesan-pesan mendalam dalam film tersebut disampaikan, terutama menjelang momentum bulan suci mendatang.

Film Seni Merayu Tuhan diharapkan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga menjadi refleksi bagi penonton tentang bagaimana cara manusia "merayu" sang pencipta di tengah hiruk-pikuk dunia yang serba materi.

"Tapi di film ini tidak tertuju ke satu agama, melainkan lintas agama dan lebih ke arah identitas. Kalau masalah pencerahan, kita tunggu bulan puasa saja ya," tutup Onad.

Film ini mengisahkan tentang Hikmah ( Ari Irham). Ia adalah pemuda yang kehilangan ibunya. Kejadian ini membuat hidupnya hancur. Ia juga kehilangan arah. Hikmah lalu mencari makna hidup dan Tuhan. Ia berjuang untuk merayu Tuhan dalam dunia yang tidak pasti. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: