Yanu, Face Icon Pria Pertama JF3: Dari Jember Menuju Mimpi Menembus Panggung Mode Dunia
Keputusan itu membawanya pada fase yang tidak mudah. Ia harus beradaptasi dengan kehidupan baru sekaligus bersaing di industri yang dikenal sangat kompetitif.
“Pastinya harus beradaptasi. Struggle juga karena datang ke Jakarta tidak langsung mendapat pekerjaan,” ungkap Yanu.
Casting demi casting dijalani tanpa hasil yang selalu sesuai harapan. Namun, ia memilih bertahan. Sembari menunggu kesempatan datang, Yanu terus mengasah kemampuan melalui program pengembangan yang diselenggarakan oleh agensinya.
“Di agensi saya ada program development. Saya terus belajar dan mengikuti proses itu sambil terus mencoba casting,” tuturnya.
| Baca Juga: Bikin Adem, Kebaikan Kecil Clara Shinta di Mushola Tuai Pujian Netizen
Kesempatan pertama akhirnya datang ketika ia dipercaya tampil untuk sebuah brand. Setelah itu, pengalaman demi pengalaman mulai bertambah, termasuk tampil membawakan koleksi BN Official pada 2025.
Bagi Yanu, kesempatan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan karena memberinya kesempatan bekerja bersama desainer besar sebagai seorang model yang saat itu masih tergolong wajah baru.
Membangun Karakter, Bukan Sekadar Penampilan
Dengan tinggi badan mencapai 189 sentimeter dengan berat 60 kg, Yanu memiliki modal fisik yang mendukung profesinya. Namun, ia menegaskan bahwa keinginannya menjadi model tidak lahir semata karena postur tubuh.
Profesi tersebut telah menjadi cita-citanya sejak kecil. Ia ingin membangun identitasnya sendiri sekaligus menghadirkan karakter baru dalam industri modeling.
| Baca Juga: Agnes Rahajeng Bawa Konsep Dewi Sri Jadi National Costume Miss Supranational 2026
“Saya memang punya mimpi menjadi model. Saya ingin menjadi sesuatu yang baru di industri ini,” tegas Yanu.







