Yanu, Face Icon Pria Pertama JF3: Dari Jember Menuju Mimpi Menembus Panggung Mode Dunia
VIVIA MEDIA — Perjalanan di dunia modeling Muhammad Yanuar Rizky membawanya pada pencapaian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Setelah menjuarai kategori pria JF3 Model Search 2025, model asal Jember itu kini dipercaya menjadi Face Icon JF3 Fashion Festival 2026.
Penunjukan tersebut sekaligus mencatatkan namanya sebagai model pria pertama yang menyandang predikat tersebut sejak program itu diperkenalkan.
Predikat itu memiliki makna tersendiri bagi laki-laki yang akrab disapa Yanu ini. Selama ini, sosok Face Icon selalu identik dengan model perempuan. Karena itu, ketika namanya diumumkan, rasa syukur bercampur terkejut menjadi reaksi pertama yang ia rasakan.
“Rasanya senang sekali, excited, sekaligus cukup surprising karena terpilih sebagai model pria pertama yang menjadi Face Icon JF3. Saya juga sangat bersyukur tim JF3 memberikan kepercayaan itu kepada saya,” ujar Yanu saat preview JF3 Fashion Festival 2026 di Gafoy, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta pada Kamis (2/7/2026).
| Baca Juga: Taylor Swift dan Travis Kelce Diduga Sudah Menikah Sebelum Pesta Mewah di Madison Square Garden
Musk kini menjadi wajah JF3 Fashion Festival 2026, Yanu mengaku pencapaian tersebut sama sekali tidak pernah masuk dalam bayangannya. Baginya, kepercayaan itu merupakan hasil dari rangkaian proses yang dijalani sejak mengikuti JF3 Model Search tahun lalu.
“Kalau dibilang menyangka, sebenarnya tidak. Tapi setelah menjalani semua proses sejak ikut JF3 Model Search 2025, akhirnya saya bisa sampai di pencapaian ini,” kata Yanu.
Perjalanan itu juga tidak berhenti setelah kompetisi selesai. Para peserta masih harus melalui berbagai tahapan lanjutan, mulai dari wawancara, workshop, hingga proses pengembangan diri yang menjadi bagian dari pembinaan JF3.
Ketertarikan Yanu terhadap JF3 sendiri telah tumbuh sejak ia menyaksikan festival tersebut pada 2024. Setahun kemudian, ia memutuskan mengikuti JF3 Model Search untuk pertama kalinya. Langkah itu menjadi titik balik dalam kariernya sebagai model.
| Baca Juga: Asyik Liburan di Bali, Bahiyyih Kep1er Semringah Naik Ojol
Merantau ke Jakarta demi Mengejar Cita-cita
Jauh sebelum namanya dikenal di industri fashion, Yanu adalah pemuda asal Jember yang memutuskan meninggalkan kampung halamannya pada 2023 untuk mengejar impian menjadi model profesional di Jakarta.
Keputusan itu membawanya pada fase yang tidak mudah. Ia harus beradaptasi dengan kehidupan baru sekaligus bersaing di industri yang dikenal sangat kompetitif.
“Pastinya harus beradaptasi. Struggle juga karena datang ke Jakarta tidak langsung mendapat pekerjaan,” ungkap Yanu.
Casting demi casting dijalani tanpa hasil yang selalu sesuai harapan. Namun, ia memilih bertahan. Sembari menunggu kesempatan datang, Yanu terus mengasah kemampuan melalui program pengembangan yang diselenggarakan oleh agensinya.
“Di agensi saya ada program development. Saya terus belajar dan mengikuti proses itu sambil terus mencoba casting,” tuturnya.
| Baca Juga: Bikin Adem, Kebaikan Kecil Clara Shinta di Mushola Tuai Pujian Netizen
Kesempatan pertama akhirnya datang ketika ia dipercaya tampil untuk sebuah brand. Setelah itu, pengalaman demi pengalaman mulai bertambah, termasuk tampil membawakan koleksi BN Official pada 2025.
Bagi Yanu, kesempatan tersebut menjadi salah satu pengalaman paling berkesan karena memberinya kesempatan bekerja bersama desainer besar sebagai seorang model yang saat itu masih tergolong wajah baru.
Membangun Karakter, Bukan Sekadar Penampilan
Dengan tinggi badan mencapai 189 sentimeter dengan berat 60 kg, Yanu memiliki modal fisik yang mendukung profesinya. Namun, ia menegaskan bahwa keinginannya menjadi model tidak lahir semata karena postur tubuh.
Profesi tersebut telah menjadi cita-citanya sejak kecil. Ia ingin membangun identitasnya sendiri sekaligus menghadirkan karakter baru dalam industri modeling.
| Baca Juga: Agnes Rahajeng Bawa Konsep Dewi Sri Jadi National Costume Miss Supranational 2026
“Saya memang punya mimpi menjadi model. Saya ingin menjadi sesuatu yang baru di industri ini,” tegas Yanu.
Saat ini, selain aktif menjalani profesi sebagai model, Yanu juga bekerja secara freelance untuk sebuah agensi. Dukungan keluarga menjadi salah satu alasan yang membuatnya mampu bertahan menjalani proses tersebut. Sebagai anak tunggal, ia mengaku selalu mendapat restu dari orang tuanya untuk meniti karier di dunia modeling.
Belajar dari Kegagalan
Bagi Yanu, kegagalan justru menjadi bagian yang paling banyak mengajarkan arti proses. Ia mengaku berkali-kali harus menerima kenyataan tidak lolos casting, sesuatu yang hampir dialami setiap model pada awal kariernya.
“Struggle terbesar menjadi model adalah ketika tidak lolos casting. Itu yang paling sering saya alami.”
Meski demikian, ia tidak pernah merasa berada dalam persaingan yang tidak sehat dengan sesama model. Menurutnya, setiap orang memiliki karakter dan keunggulan masing-masing.
| Baca Juga: Anak Disebut Juling, Erika Carlina Langsung Bawa Baby Andrew ke Dokter Mata
“Kalau diremehkan sesama model, sejauh ini tidak pernah. Menurut saya semua model punya standar dan kelebihan sendiri,” tuturnya.
Karakter itulah yang terus ia bangun hingga sekarang. Menurut Yanu, kekuatan utamanya bukan hanya terletak pada postur tubuh, tetapi juga pada gestur, pembawaan saat berjalan di atas runway, dan kemampuannya bereksplorasi dalam setiap penampilan.
“Yang paling menonjol mungkin gestur dan pembawaan saya. Saya juga suka freestyle saat berjalan di runway,” kata Yanu.
Dengan karakter wajah yang tegas, ia melihat pasar Eropa sebagai salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam kariernya.
| Baca Juga: Bukan Khawatir, Febby Rastanty Justru Iri Lihat Suami Terjun Payung di HUT Polri ke-80
Paris Fashion Week menjadi panggung yang ingin ia capai suatu hari nanti. Baginya, tampil di ajang tersebut bukan sekadar mimpi pribadi, tetapi juga langkah untuk menembus pasar mode internasional.
“Semoga secepatnya bisa sampai ke pasar global, terutama Eropa. Impian saya tentu bisa tampil di Paris Fashion Week,” tandasnya.
Sembari mengejar target tersebut, Yanu berusaha menjaga konsistensi. "Tipsnya olahraga klasik saja (seperti workout mandiri), terus minum vitamin, dan tahu kondisi badan sendiri. Kalau memang sudah capek, ya harus tahu kapan waktunya istirahat," kata Yanu.
Beruntung, ia memiliki metabolisme tubuh yang baik sehingga berat badannya cenderung stabil, walau ia tetap membatasi konsumsi makanan manis sehari-hari.
Kepercayaan sebagai Face Icon JF3 2026 menjadi penanda babak baru dalam perjalanan itu. Dari seorang pemuda yang merantau dari Jember dengan membawa mimpi sederhana menjadi model, Yanu kini melangkah lebih dekat menuju panggung mode dunia. (*)







