VIVIA MEDIA — Perubahan pasar yang semakin cepat membuat desainer dituntut untuk membangun bisnis, memahami konsumen, dan berkolaborasi agar mampu bertahan.

Industri fashion tengah menghadapi perubahan yang semakin cepat. Bagi para desainer, tantangannya kini tidak lagi sekadar menghasilkan koleksi yang menarik, tetapi juga membangun identitas, memahami perilaku konsumen, menjaga kualitas produksi, hingga mengembangkan bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Advisor JF3 Fashion Festival, Thresia Mareta, menilai perubahan tersebut menuntut pelaku industri untuk terus beradaptasi. Menurutnya, kreativitas tetap menjadi fondasi, tetapi tidak lagi cukup jika tidak diiringi kemampuan membaca perkembangan pasar.

“Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat,” ujar Thresia dalam bincang-bincang mengenai JF3 Fashion Festival 2026 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

| Baca Juga: Intip Gaya Para Selebriti saat Menghadiri Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce

Menurut Thresia, selama ini Indonesia memiliki sumber daya yang kuat, mulai dari keragaman teknik kerajinan hingga kekayaan material dan budaya. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu dikonversi menjadi kekuatan industri apabila tidak didukung ekosistem yang menghubungkan kreativitas dengan akses pasar, pengembangan bisnis, serta kolaborasi.

Ia menilai industri fashion tidak dapat berkembang hanya dengan mengandalkan karya individual. Regenerasi desainer, pertukaran pengetahuan, hingga jejaring lintas negara menjadi bagian penting dalam membangun industri yang lebih kompetitif.

Perubahan Pasar Berlangsung Lebih Cepat

Thresia juga menyoroti perubahan perilaku pasar yang kini berlangsung jauh lebih dinamis dibanding beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pelaku industri tidak bisa lagi bertahan dengan pendekatan yang sama.

“Kita harus terus melakukan review, memahami market, mengenal customer, dan melakukan riset. Perubahannya sekarang berlangsung jauh lebih cepat. Kalau kita terus mengikuti perubahan itu, peluang untuk bertahan juga akan semakin besar,” katanya.

| Baca Juga: Simpel, Inspirasi Gaya Kim You Jung yang Chic, Effortless dan Mudah Ditiru

Ia mengatakan proses evaluasi perlu menjadi kebiasaan dalam industri fashion. Tidak hanya bagi desainer, tetapi juga penyelenggara berbagai program pengembangan industri.

1 2

Tags: