VIVIA MEDIA — Ada kalanya cinta tidak membutuhkan kata-kata besar. Cukup dengan tetap berada di sisi orang yang disayangi ketika hidup sedang tidak mudah. Gagasan sederhana itu menjadi dasar Kunto Aji dalam menulis lagu terbarunya, “bERANI”.

Lagu tersebut menjadi pembuka menuju album studio keempat Kunto Aji, 'Kuda Hitam'. Lewat lagu ini, ia membawa cerita yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama tentang keluarga, rasa khawatir terhadap masa depan, dan pilihan untuk tetap berjalan bersama orang yang dicintai.

Ide 'bERANI' tidak lahir dari cerita romantis semata. Pengalaman Kunto Aji sebagai suami dan ayah ikut memengaruhi proses penulisan lagu. Kehidupan keluarga membuatnya melihat bahwa masa depan selalu menyimpan hal-hal yang tidak bisa diprediksi.

Dari situ, keberanian baginya tidak selalu berarti melakukan sesuatu yang besar. Dalam kehidupan sehari-hari, keberanian bisa berarti memilih untuk tetap tinggal, menjaga seseorang, dan menghadapi keadaan bersama meski semuanya belum berjalan sesuai harapan.

| Baca Juga: Tembus Top 4 Indonesian Idol, Meidra Umumkan Single 'Seratus Hidup Lagi'

“Buat saya, ‘bERANI’ adalah pengingat untuk tetap hadir menjalani hidup, menjaga orang-orang yang kita sayangi,” tutur Kunto Aji.

Pesan tersebut kemudian dituangkan ke dalam lirik yang menggambarkan keinginan untuk tetap bersama, termasuk ketika seseorang harus kembali menata hidup dari keadaan yang jauh dari sempurna.

Secara musik, “bERANI” juga memperlihatkan sisi yang sedikit berbeda dari karya Kunto Aji sebelumnya.

Lagu ini menggabungkan pendekatan musik organik dengan nuansa MTV era awal 2000-an. Hasilnya adalah aransemen yang terasa hangat dan bergerak, tanpa meninggalkan karakter Kunto Aji dalam bercerita.

| Baca Juga: Royalti Ditahan 3 Tahun, Ardhito Pramono Gugat Sony Music Indonesia

Dalam album keempatnya 'Kuda Hitam' nanti, Kunto Aji ingin melihat kembali berbagai hal sederhana yang sering hadir dalam kehidupan, tetapi kerap luput diperhatikan.

Menurut Kunto Aji, kehidupan akan selalu menghadirkan persoalan yang tidak semuanya bisa dikendalikan. Namun, selama masih ada orang yang bisa diajak berjalan bersama, selalu ada alasan untuk terus melangkah.

1 2

Tags: