Diminta Keluar Grup Super Junior, Siwon Buru Haters Sampai ke AS
Kala itu, Siwon membuat unggahan mengutip ayat Alkitab dan peribahasa kuno di media sosial yang berbunyi, "sesuatu yang tidak benar pasti akan musnah, dan suatu kekuatan akan runtuh total tanpa sisa."
Unggahan tersebut langsung menjadi lapak perdebatan antara kelompok konservatif sayap kanan dengan kelompok progresif sayap kiri. Siwon pun diasosiasikan dengan kubu politik tertentu.
| Baca Juga: Mister Aloy Ungkap Alasan di Balik Lagu 'Don't Talk to Me' Batal Dibawakan Erika Carlina
Sayangnya, sejumlah netizen menilai aksi yang dilakukan oleh visual grup Super Junior itu tidak bijak. Apalagi mengingat statusnya sebagai idol K-Pop terkenal yang memiliki banyak penggemar.
Umumnya, para idol K-Pop sangat menghindari berbicara atau menunjukkan pandangan politik mereka karena hal itu bisa menjadi topik yang sensitif.
Seperti yang dialami Choi Siwon, beberapa netizen memintanya untuk keluar dari Super Junior. Bahkan ia disarankan untuk menjadi politikus saja jika ingin terang-terangan membahas soal politik.
Siwon sendiri sudah beberapa kali tersandung kontroversi karena isu politik. Ia pernah dihujat habis-habisan karena mengucapkan bela sungkawa atas kematian aktivis politik Amerika Serikat, Charlie Kirk, yang tewas ditembak.
| Baca Juga: Ria Resty Fauzy Luncurkan Single Terbaru, Sempat Vakum Lama Jadi Karyawan Kantoran
Kirk dikenal memiliki pandangan yang konservatif dan kontroversial. Seperti mendukung rasisme, mengecam pernikahan sesama jenis, mendukung kepemilikan senjata api, mendukung pemusnahan Gaza, dan menentang aborsi akibat pemerkosaan.
Siwon juga pernah dikritik karena membagikan unggahan bernada Islamofobia. (*)



