VIVIA MEDIA — Choi Siwon, anggota boygrouo K-Pop Super Junior, mengambil langkah tegas dalam melawan para haters. Ia berhasil mendapatkan identitas mereka setelah mengajukan gugatan ke pengadilan Amerika Serikat (AS).

Pria berusia 40 tahun itu mengajukan gugatan ganti rugi atas penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap 10 akun media sosial, termasuk X (dulunya Twitter) dan YouTube.

Gugatan tersebut dilayangkan ke Pengadilan Pusat Distrik Seoul pada bulan Mei lalu. Namun agar proses hukum bisa berjalan, identitas asli para pemilik akun harus diketahui.

Siwon lalu mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Federal California Utara untuk meminta pihak X dan Google agar membuka informasi pribadi para terlapor.

| Baca Juga: Untuk Nonton T.O.P di Jakarta, Netizen: Tuyul atau Cari Pesugihan?

Sejumlah data yang diminta, meliputi nama, tanggal lahir, dan alamat.

Dalam gugatannya, pihak Siwon menyatakan, "melihat bahasa Korea yang digunakan dalam unggahan serta informasi lokasi akun, tidak ada satu pun dari para pengguna itu yang merupakan warga Amerika Serikat atau sedang berada di sana."

Menurut laporan Sisa Journal, Jumat (3/7/2026), Pengadilan Distrik Federal California Utara telah mengabulkan permohonan pengungkapan identitas tersebut.

Majelis hakim menilai bahwa permohonan yang diajukan tidak melanggar kebebasan berpendapat. Batasan informasi yang diminta pun tidak berlebihan, hanya terbatas pada data pribadi umum.

| Baca Juga: Asyik Liburan di Bali, Bahiyyih Kep1er Semringah Naik Ojol

Dengan dikabulkankannya permohonan itu, Choi Siwon Super Junior kini dapat melanjutkan gugatannya di Korea Selatan.

Kronologi

Masalah bermula ketika mantan presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember 2025.

Kala itu, Siwon membuat unggahan mengutip ayat Alkitab dan peribahasa kuno di media sosial yang berbunyi, "sesuatu yang tidak benar pasti akan musnah, dan suatu kekuatan akan runtuh total tanpa sisa."

Unggahan tersebut langsung menjadi lapak perdebatan antara kelompok konservatif sayap kanan dengan kelompok progresif sayap kiri. Siwon pun diasosiasikan dengan kubu politik tertentu.

| Baca Juga: Mister Aloy Ungkap Alasan di Balik Lagu 'Don't Talk to Me' Batal Dibawakan Erika Carlina

Sayangnya, sejumlah netizen menilai aksi yang dilakukan oleh visual grup Super Junior itu tidak bijak. Apalagi mengingat statusnya sebagai idol K-Pop terkenal yang memiliki banyak penggemar.

Umumnya, para idol K-Pop sangat menghindari berbicara atau menunjukkan pandangan politik mereka karena hal itu bisa menjadi topik yang sensitif.

Seperti yang dialami Choi Siwon, beberapa netizen memintanya untuk keluar dari Super Junior. Bahkan ia disarankan untuk menjadi politikus saja jika ingin terang-terangan membahas soal politik.

Siwon sendiri sudah beberapa kali tersandung kontroversi karena isu politik. Ia pernah dihujat habis-habisan karena mengucapkan bela sungkawa atas kematian aktivis politik Amerika Serikat, Charlie Kirk, yang tewas ditembak.

| Baca Juga: Ria Resty Fauzy Luncurkan Single Terbaru, Sempat Vakum Lama Jadi Karyawan Kantoran

Kirk dikenal memiliki pandangan yang konservatif dan kontroversial. Seperti mendukung rasisme, mengecam pernikahan sesama jenis, mendukung kepemilikan senjata api, mendukung pemusnahan Gaza, dan menentang aborsi akibat pemerkosaan.

Siwon juga pernah dikritik karena membagikan unggahan bernada Islamofobia. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: