"Akhirnya sudah show pertama hari ini. Bersyukur banget. Mudah-mudahan penonton dan masyarakat Indonesia bisa mendapat manfaat juga dari karya ini, untuk musik Indonesia dan kemajuan teater musikal," kata Nuya.

Petualangan Sembilan Anak Mencari Harapan

Salah satu adegan Musikal Senja Teduh Pelita
Salah satu adegan Musikal Senja Teduh Pelita. Foto: Istimewa

Senja Teduh Pelita membawa penonton ke masa depan ketika bumi hancur akibat perubahan iklim, pembangunan tak berkelanjutan, krisis energi, pandemi, dan peperangan antarbangsa. Populasi manusia menyusut, sumber daya alam langka, dan seluruh orang dewasa tiba-tiba menghilang.

Arah—diperankan bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar—membentuk Pasukan Pelita, sembilan anak dengan kemampuan berbeda: Kala, Volta, Langit, Hara, Palu, Raga, Binbin, dan Lagu. Mereka mencari orang tua sekaligus harapan baru bagi kehidupan.

| Baca Juga: Untuk Nonton T.O.P di Jakarta, Netizen: Tuyul atau Cari Pesugihan?

Perjalanan membawa mereka ke Teluk Pelita, kawasan yang masih lestari. Di sana mereka dihadapkan pilihan sulit: melanjutkan pencarian keluarga atau membangun kehidupan baru. Pertunjukan ini menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi masa depan bukan hanya kehancuran alam, melainkan juga keserakahan manusia.

"Kisah yang terjadi di Musikal Senja Teduh Pelita adalah sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas kejeniusan bunyi dan aksara khas MALIQ & D'Essentials yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas hidup yang kita jalani. Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apa pun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala yang berani berpikir kritis tentang benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan," jelas Nuya.

Ketika Lagu-Lagu MALIQ Menjadi Sebuah Cerita

Sebanyak 20 lagu MALIQ & D'Essentials—termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album Begini Begitu—menjadi fondasi perjalanan emosional para tokoh.

"Hari ini, lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tetapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Semoga setelah pertunjukan ini selesai, lagu-lagu itu pulang bersama kalian dengan cara dan rasa yang baru," ujar Angga Puradiredja, vokalis MALIQ.

| Baca Juga: FIFA Nego Justin Bieber Untuk Tampil di Halftime Piala Dunia 2026

Tokoh utama Arah diperankan dalam dua interpretasi, laki-laki dan perempuan, dengan pendekatan emosional berbeda meski alur cerita sama.

1 2 3

Tags: