Musikal Senja Teduh Pelita Ajak Penonton Merenungkan Masa Depan Bumi
"Arah mengajarkan saya bahwa menjadi pemimpin bukan berarti selalu memiliki jawaban. Yang terpenting adalah tetap membawa harapan ketika semua orang kehilangan arah," kata Alf Elijah.
"Bagi saya, Arah mengajarkan bahwa harapan dan kasih sayang adalah kekuatan yang membuat kita terus melangkah. Saya berharap setiap penonton bisa menemukan dirinya sendiri dalam perjalanan Arah," ujar Daria.
Didukung 200 Insan Kreatif
Musikal ini melibatkan 32 pemeran, termasuk 11 aktor anak, dan sekitar 200 insan kreatif di balik layar. Tata panggung memadukan multimedia, projection mapping, laser, set modular, koreografi, tata cahaya dan kostum, hingga puppetry satwa khas Indonesia seperti rusa, burung camar, dan elang.
| Baca Juga: GME Rilis Single 'Salah', Kolaborasi dengan Fiersa Besari
Musik dibawakan langsung oleh Wishnu Dewanta Orchestra. Adegan laut divisualisasikan melalui laser, efek visual, dan koreografi ensemble yang membentuk ikan-ikan serta kunang-kunang.
Mengajak Penonton Bergerak Menjaga Bumi
Penyelenggara menggandeng Remind Indonesia mengajak penonton mendaur ulang sampah elektronik seperti telepon genggam, headset, dan kabel selama periode pertunjukan.
"Kami berharap setiap orang pulang dari pertunjukan ini dengan satu pertanyaan sederhana: dunia seperti apa yang ingin kita wariskan kepada generasi masa depan? Semoga karya ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan hati dan pikiran kita ke arah yang luhur," kata Nuya. (*)



