Sering Telat Makan? Waspadai Risiko Batu Empedu
VIVIA MEDIA – Kebiasaan menunda makan tidak hanya membuat tubuh kekurangan energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu jika dilakukan secara terus-menerus.
Ahli gastroenterologi, dr. Arul Prakash, menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa makan berperan merangsang kantong empedu untuk melepaskan cairan empedu.
Proses tersebut membantu mencegah cairan empedu mengental yang dapat memicu pembentukan batu.
| Baca Juga: Waspada! Sering Taruh Laptop di Paha dan Simpan HP di Saku Celana Bisa Ganggu Kesuburan Pria
"Ketika perut kosong terlalu lama atau sering melewatkan waktu makan, kantong empedu menjadi kurang aktif. Akibatnya, empedu dapat mengendap dan mengental hingga berkembang menjadi batu empedu," jelasnya, dikutip dari Hindustan Times.
Selain itu, dr. Prakash juga menyarankan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh termasuk gorengan, makanan cepat saji, dan makanan bersantan.
Sebagai gantinya, dia menganjurkan memilih menu yang kaya serat.
Meski demikian, dr. Prakash menegaskan bahwa menunda makan bukan satu-satunya penyebab batu empedu.
| Baca Juga: Nebulizer untuk Anak Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa, Ini Alasannya
Kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk perubahan hormon.
Ia menyebut wanita usia 20 hingga 45 tahun, memiliki risiko lebih tinggi mengalami batu empedu.
Perubahan hormon pada kelompok usia tersebut dapat membuat pergerakan kantong empedu menjadi lebih lambat sehingga meningkatkan peluang terbentuknya batu.
| Baca Juga: Perdarahan Tidak Teratur Jangan Dianggap Wajar, Bisa Jadi Tanda Kanker Endometrium
“Ada perubahan hormonal yang terjadi terutama pada wanita muda di mana kantong empedu menjadi sangat lamban, dan kemudian gerakannya tidak memadai, dan kemudian mereka mengembangkan batu di kantong empedu,” jelas Prakash.
Gejala batu empedu pun beragam. Sebagian penderita tidak merasakan keluhan apa pun, sementara lainnya dapat mengalami nyeri, peradangan pada kantong hingga penyumbatan saluran empedu.
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, dr. Prakash menyarankan menerapkan pola makan yang teratur dan seimbang, dimulai dengan sarapan bergizi, makan siang yang seimbang, dan makan malam dalam porsi yang lebih ringan. (*)



