| Baca Juga: She Said Yes! Maria Simorangkir 'Indonesian Idol' Dilamar Kekasih

Lebih jauh, Widi merasa musikal itu mengingatkan bahwa seorang musisi memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar menciptakan lagu.

“Ternyata karya seorang musisi bisa punya dampak sebesar ini. Itu membuat kami merasa harus lebih bertanggung jawab terhadap setiap karya yang kami buat, bahkan terhadap apa yang kami sampaikan kepada publik,” ujarnya.

Berangkat dari Kejujuran Berkarya

Menurut Widi, selama hampir seperempat abad berkarya, ada satu prinsip yang tidak pernah berubah dalam proses kreatif MALIQ.

Mereka tidak pernah membedakan lagu yang idealis maupun yang komersial. Semua karya lahir dari pengalaman dan perasaan yang benar-benar mereka rasakan.

| Baca Juga: Diminta Keluar Grup Super Junior, Siwon Buru Haters Sampai ke AS

“Di studio kami enggak pernah ngobrol soal mana yang komersial atau yang idealis. Kami selalu bikin apa yang paling jujur dari hati dan membuat kami bahagia,” ungkap Widi.

Justru karena kejujuran itulah lagu-lagu MALIQ mampu diterjemahkan kembali dengan begitu kaya melalui Senja Teduh Pelita.

Menghidupkan Semesta Lagu MALIQ

Di balik pertunjukan tersebut, sutradara sekaligus penulis naskah, Nuya Susantono, mengungkapkan bahwa proses kreatif musikal ini telah dimulai sejak 2023 melalui serangkaian diskusi bersama MALIQ & D’Essentials.

Sejak awal, Jakarta Movin dan MALIQ memiliki mimpi yang sama, menghadirkan karya lintas generasi yang mampu bertahan melampaui zamannya.

1 2 3 4 5 6

Tags: