VIVIA MEDIA — Memiliki bekas luka akibat cedera, jerawat, atau pascaoperasi sering kali mengganggu penampilan. Di Indonesia, masalah estetika ini sangat sering dijumpai sehari-hari, mulai dari bekas luka bakar ringan akibat terkena knalpot motor atau cipratan minyak goreng panas, bekas jerawat yang menghitam, hingga bekas jahitan pascaoperasi besar seperti operasi caesar.

Namun, sebelum Anda mengeluarkan banyak uang untuk perawatan laser atau tindakan klinis di rumah sakit, para ahli dermatologi dan bedah plastik membagikan panduan dasar mengenai cara merawat dan menyembuhkan bekas luka secara efektif di rumah.

Dilansir dari Today, Dr. Sonia Badreshia-Bansal, seorang dokter spesialis kulit, menyatakan pencegahan bekas luka yang parah sebenarnya dimulai sejak luka itu pertama kali muncul. Sayangnya, masih banyak mitos salah kaprah yang beredar di masyarakat kita dalam menangani luka baru.

Banyak orang sengaja membiarkan luka terbuka begitu saja agar kering dan mengoreng keras karena dianggap "cepat sembuh". Bahkan mengoleskan bahan rumahan berbahaya seperti pasta gigi, mentega, dan sabun yang justru bisa memicu iritasi pada luka.

| Baca Juga: Jangan Duduk Terus, Jalan Kaki Setiap 30 Menit Bisa Jaga Tubuh dari Kanker

Para ahli dermo-kosmetik meluruskan bahwa luka justru harus dijaga tetap bersih dan berada dalam kondisi lembap (moist healing) untuk menekan risiko peradangan dan infeksi, yang merupakan dua pemicu utama munculnya bekas luka yang menonjol atau menghitam.

Berikut adalah panduan hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan (Do's and Don'ts) dalam merawat bekas luka di rumah menurut ahli:

Hal yang Harus Dilakukan (Do's)

Jaga Luka Tetap Bersih dan Lembap: Dr. Liia Ramachandra, CEO EpiLynx, menjelaskan bahwa kondisi luka yang terhidrasi (lembap) dengan baik akan mempercepat proses perpindahan sel kulit baru dan mencegah pembentukan koreng yang kaku. Penggunaan salep seperti Vaseline Petroleum Jelly atau Aquaphor sangat direkomendasikan untuk mengunci kelembapan ini.

Mulai Perawatan Lebih Awal: Waktu paling krusial untuk memulai perawatan bekas luka adalah setelah luka menutup sempurna namun sebelum jaringannya mengeras sepenuhnya. Biasanya, "jendela emas" ini terjadi pada satu hingga dua minggu setelah cedera atau operasi.

| Baca Juga: Bantu Cegah Resistensi Insulin, ini Waktu Terbaik Sarapan Menurut Ahli

Gunakan Produk Berbahan Silikon: Silikon, baik dalam bentuk gel, lembaran (*sheet*), maupun plester khusus (*tape*) yang banyak dijual di apotek, merupakan standar utama dalam dunia medis untuk meratakan dan melembutkan bekas luka. Silikon bekerja efektif dalam mengontrol produksi kolagen agar tidak berlebihan.

1 2 3

Tags: