Sempat Terpuruk, Unang Kini Ingin Dikenal Tak Hanya Sebagai Komedian
VIVIA MEDIA — Komedian senior Unang Bagito akhirnya kembali meramaikan industri perfilman Indonesia. Setelah hampir dua dekade vakum dari layar lebar, personel grup lawak legendaris Bagito itu dipercaya membintangi film keluarga 'MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula' dengan karakter yang jauh berbeda dari citra komedinya.
Bagi Unang, keterlibatan dalam film tersebut menjadi momen istimewa sekaligus pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing sebagai aktor dengan karakter yang lebih serius.
"Kalau enggak syuting film itu sudah hampir 20 tahun. Kalau syuting sinetron masih, terakhir di Indosiar lewat Pintu Berkah," ujar Unang saat mengunjungi redaksi Viviamedia di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam film garapan sutradara Franklin Darmadi itu, Unang memerankan sosok kepala desa yang dikenal bijaksana, peduli, dan selalu mengayomi masyarakat. Karakter tersebut menjadi tantangan baru karena sangat berbeda dengan peran-peran komedi yang selama ini melekat pada dirinya.
| Baca Juga: Sinetron 'Sebening Cinta', Dilema Asmara Zoe Abbas - Rizky Nazar di Tengah Hadirnya Fandy Christian
"Karakternya kepala desa yang mengayomi masyarakat, bijaksana, peduli dengan warga. Alhamdulillah saya jadi Kepala Desa yang baik," katanya.
Selama puluhan tahun berkarier, publik mengenal Unang sebagai salah satu komedian papan atas Indonesia. Namun, melalui film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula, ia ingin menunjukkan sisi lain kemampuan aktingnya.
Unang berharap penonton maupun para pelaku industri perfilman bisa melihat bahwa dirinya tidak hanya piawai melawak, tetapi juga mampu memainkan karakter dramatis.
"Mudah-mudahan setelah orang nonton film ini mereka tahu ternyata Unang bisa main serius juga. Kalau butuh komedi bisa, serius juga bisa," ungkapnya.
| Baca Juga: Film Horor 'Paket Santet' Angkat Teror dari Kiriman Misterius
Ia mengaku sengaja menerima proyek tersebut karena ingin mencoba tantangan yang belum pernah dijalani selama kariernya di dunia hiburan.
"Saya berusaha mencoba sesuatu yang memang belum pernah."
1 2



