Comeback Dunia Akting, Sonny Septian Akting Bareng Istri di Film Anak-Anak Bambu
Namun, ia percaya pengalaman panjangnya sebagai aktor membuat kemampuan aktingnya tidak benar-benar hilang. Ia berusaha memanggil kembali ingatan tubuh atau muscle memory yang selama bertahun-tahun terbentuk lewat berbagai produksi sinetron dan FTV.
"Rasa kaku pasti ada, tapi saya mencoba me-recall lagi memori-memori lama. Di dalam tubuh kita kan ada yang namanya muscle memory, begitu juga dengan ingatan rasa dan gestur. Itu yang saya coba panggil kembali," paparnya.
Untuk memaksimalkan penampilannya, Sonny menjalani proses reading secara intensif dan rutin membaca ulang naskah bersama istrinya, Fairuz A Rafiq, di rumah.
"Makanya ada proses reading yang cukup intens. Saya juga banyak baca ulang skenario bareng istri di rumah supaya hasilnya tidak mengecewakan tim," jelasnya.
Perankan Suami yang Berjuang Melawan Stroke
Dalam Anak-Anak Bambu, Sonny memerankan Baskara, suami dari Bilqis yang diperankan Fairuz A Rafiq. Menurut Sonny, Baskara merupakan sosok suami yang sangat mencintai istrinya dan sangat bergantung pada kehadiran Bilqis dalam kehidupannya.
Meski demikian, Baskara bukanlah karakter suami yang sempurna. Ia harus menghadapi kondisi kesehatan yang mengubah kehidupannya setelah terserang stroke.
Peran tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Sonny karena tidak hanya menampilkan kondisi fisik seseorang yang sakit, tetapi juga pergolakan batin yang mendalam.
Sonny mengaku memanfaatkan pengalaman pribadinya saat pernah mengalami sakit untuk membangun karakter Baskara. Ia pernah mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian otak dan leher yang disertai gejala stroke ringan pada 2024 lalu.
"Saya pernah punya pengalaman sakit juga dulu, jadi saya mencoba meminjam atau me-deliver kembali rasa saat aku sedang sakit itu ke dalam karakter Baskara," terangnya.
| Baca Juga: Tantangan Baru Unang Bagito dan Bukie Mansyur di Film MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula
Menurutnya, kondisi stroke yang dialami Baskara dalam film bukanlah stroke yang membuat seluruh tubuh lumpuh total. Secara fisik, Baskara sudah mampu bergerak hampir normal, meski masih merasakan nyeri dan keterbatasan pada beberapa bagian tubuh. Justru yang lebih dominan adalah luka batin akibat perubahan kondisi hidupnya.







