"Namun fokus utamanya lebih ke mentalnya. Mental Baskara ini yang lebih merasakan sakit; perasaan tidak berdaya, merasa menjadi suami yang tidak berguna, stres, dan rasa drop-nya itu yang lebih aku tonjolkan dalam setiap take," papar ayah dua anak ini.

Tantangan Beradu Akting dengan Istri Sendiri

Menariknya, Sonny dipasangkan dengan Fairuz A Rafiq sebagai suami istri, sama seperti kehidupan mereka di dunia nyata.

Meski chemistry bukan lagi persoalan, keduanya justru menghadapi tantangan berbeda, yakni memisahkan emosi pribadi dengan karakter yang mereka perankan.

Fairuz mengatakan hubungan mereka sebagai pasangan justru mempermudah pembangunan chemistry di depan kamera.

| Baca Juga: Akting Depan Kamera, Faris Fadjar Akui Beban Berat Jadi Anak Aktor Laga Cecep Arif Rahman

"Iya betul, di film ini kami memang kembali menjadi pasangan suami istri. Tapi tentu saja ada perbedaan karakter antara kami di rumah dan di layar lebar," jelas Fairuz.

Peran sebagai Pengasuh Panti Asuhan

Berbeda dengan Sonny yang lebih fokus mendalami kondisi psikologis Baskara, Fairuz harus mempersiapkan diri untuk memerankan Bilqis, seorang pengasuh anak-anak panti asuhan. Ia melakukan observasi untuk memahami keseharian para pengasuh panti asuhan agar karakter Bilqis terasa lebih autentik.

"Aku banyak belajar melalui observasi dan mengembangkan ilmu akting yang aku punya. Aku mencoba mempelajari bagaimana sebenarnya sosok pengasuh anak di sebuah panti asuhan, seperti apa pendekatannya," jelas Fairuz.

Anak-Anak Bambu merupakan film drama keluarga produksi Theana Pictures yang disutradarai Dyan Sunu Prastowo. Film ini diproduseri Elma Theana dengan naskah karya Archie Hekagery.

| Baca Juga: Sinetron 'Sebening Cinta', Dilema Asmara Zoe Abbas - Rizky Nazar di Tengah Hadirnya Fandy Christian

1 2 3 4

Tags: