Sering Konsumsi Minuman Berenergi? Kenali Risiko bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
Kerusakan enamel bersifat permanen sehingga tidak dapat tumbuh kembali. Akibatnya, gigi menjadi lebih sensitif, mudah berubah warna, dan rentan mengalami kerusakan.
| Baca Juga: Hal yang Boleh dan Dilarang Dalam Merawat Luka Menurut Para Ahli
Meningkatkan Sensitivitas Gigi
Ketiga, pengikisan enamel menyebabkan lapisan dentin di bawahnya terbuka. Dentin memiliki saluran kecil yang terhubung dengan saraf gigi sehingga paparan makanan atau minuman panas, dingin, manis, maupun asam dapat memicu rasa ngilu.
Konsumsi minuman berenergi secara rutin dapat mempercepat proses tersebut.
Mengurangi Fungsi Air Liur
Keempat, kandungan asam dalam minuman berenergi dapat mengurangi kemampuan air liur dalam melindungi gigi.
Padahal, air liur berfungsi membersihkan sisa makanan, menetralkan asam, serta membantu memperbaiki kerusakan awal pada enamel gigi.
| Baca Juga: Jangan Duduk Terus, Jalan Kaki Setiap 30 Menit Bisa Jaga Tubuh dari Kanker
Paparan Manis dan Asam
Kelima, kebiasaan menyeruput minuman berenergi membuat gigi terus-menerus terpapar gula dan asam. Kondisi tersebut memperpanjang proses pengikisan enamel sekaligus menghambat mulut mengembalikan tingkat keasaman (pH) ke kondisi normal.
Meski demikian, Dr. Parekh menegaskan bahwa konsumsi minuman berenergi tidak harus dihentikan sepenuhnya.







