Kurangnya istirahat dan pola tidur yang tidak teratur membuat fisiknya tidak mampu bertahan, namun ia tetap harus melanjutkan adegan berat sesaat setelah keluar dari rumah sakit.

"Kalau ada adegan siang hari seperti perjalanan atau adegan luar ruangan, itu diprioritaskan dulu karena kita mengejar cahaya matahari. Tapi kalau adegannya di dalam ruangan (interior), sering kali disiasati syuting malam hari, tapi dibuat seolah-olah siang. Khusus untuk peranku sebagai hantu, hampir semua adeganku dilakukan saat hari sudah gelap," paparnya.

Kemudikan Delman Tanpa Pawang

Assila Corina menghadapi tantangan berbeda yang ia sebut sebagai adegan terberat (Golden Scene). Ia diharuskan mengendarai andong atau kereta kuda sendirian tanpa bantuan pawang di jalanan yang menurun.

| Baca Juga: Pengalaman Cast Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ Rasakan Takut Beneran Saat Syuting

Tantangan tersebut semakin berat karena Assila harus mengenakan kebaya pengantin lengkap dengan riasan dan sanggul yang berat.

"Itu pertama kalinya aku membawa kuda asli sendirian. Awalnya ada pawang di kiri dan kanan, tapi sutradara minta coba sendiri. Aku sangat gugup karena tidak tahu karakter kudanya," ungkap Assila.

"Kalau buatku, Golden Scene-nya adalah saat karakterku pertama kali bertemu dengan sosok Sumarni. Itu adegan yang sangat emosional dan menegangkan karena sebelumnya karakterku hanya tahu keberadaan Sumarni dari cerita-cerita saja. Pertemuan itu dilakukan dengan cara yang sangat mencekam," tambah Aisyah.

Pendalaman Karakter dan Riset Tradisi

Dalam film ini, Aisyah Aqilah memerankan karakter Tania, seorang remaja ambisius yang berupaya menyembuhkan ibunya dari penyakit tidak wajar. Tania dikisahkan harus membawa keris pusaka turun-temurun ke wilayah Bantul untuk dibersihkan sebagai syarat kesembuhan sang ibu. Aisyah menyebut karakter Tania adalah sosok pemendam yang sangat keras kepala.

"Bersama acting coach, kami melakukan pendalaman karakter dan membangun chemistry antar pemain. Meskipun sudah ada naskah, terkadang kami melakukan penyesuaian dialog agar terdengar lebih masuk akal dan natural saat diucapkan," jelas Aisyah.

Sementara itu, Assila Corina memerankan Sumarni, sosok baik yang menjadi korban keadaan hingga menyimpan dendam mendalam. Assila mengaku karakter ini berbanding terbalik 180 derajat dengan kepribadian aslinya, sehingga ia harus membangun karakter tersebut dari nol.

1 2 3

Tags: