Demi Kembalikan Fungsi Hutan, Jerhemy Owen Tebang Sawit Ilegal dan Tanam 170 Ribu Pohon di Aceh
VIVIA MEDIA — Kreator konten Jerhemy Owen kembali menjadi sorotan. Ia melakukan aksi pemulihan hutan di Aceh dengan menebang ribuan pohon sawit.
Dilansir dari Instagram pribadinya, aksi tersebut sudah dilakukan sejak awal Juli 2026. Ia bersama masyarakat yang tergabung dalam Forum Konservasi Leuser dan Kelompok Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah VII di Tenggulun, Aceh Tamiang menebang sekitar 10 hektar lahan sawit ilegal di kawasan hutan lindung.
Ia menyebutkan, sebelumnya warga sekitar telah melakukan penebangan pohon-pohon sawit tersebut. Namun karena kurang tenaga dan biaya, mereka berhenti melakukannya.
Terdorong untuk mengembalikan fungsi hutan yang bermanfaat bagi masyarakat, Jerhemy Owen dan tim pun ikut menebang sawit ilegal di sana.
| Baca Juga: Avip Priatna dan The Resonanz Children’s Choir Wakili Indonesia ke Final European Grand Prix 2027
Hasilnya, ada sekitar 1.300 pohon sawit yang berhasil ditebang.
“Sepuluh hektar atau sekitar 1.300 pohon sawit ilegal yang berada di hutan lindung akan kami tebang untuk diubah menjadi hutan kembali,” tulisnya di keterangan unggahan, Jumat (3/7/2026).
Aksi mereka tidak berhenti di sana. Kekasih Erika Richardo itu akan menanam sejumlah pohon buah dan tanaman bermanfaat lainnya di lahan tersebut.
“Setelah sawit ilegal ini ditebang, terus diapain? Kami akan menanam pohon untuk dikembalikan menjadi hutan asli. Di area Tenggulun, Aceh Tamiang, sebanyak 20.000 pohon akan ditanam,” tulisnya di unggahan lain.
| Baca Juga: Kisah Cinta So Ji Sub ‘Agent Kim Reactivated’, Berawal dari Wawancara hingga Jadi Pasangan Harmonis
Selain di Aceh Tamiang, kreator konten berusia 24 tahun itu juga akan menanam ratusan ribu pohon di Bener Meriah, Aceh. Itu adalah salah satu lokasi yang terdampak banjir Sumatera pada November 2025.
“Lebih dari 150.000 pohon akan ditanam di sini. Dampak banjir Sumatera 7 bulan yang lalu bikin area ini terdampak, hutan hilang, bahkan habitat gajah-gajah Sumatera jadi terancam,” tulisnya, Senin (6/7/2026).
1 2







