Selain Georg Grün, dewan juri terdiri atas Zsuzsanna Gráf (Hungaria), Tristan Caliston Ignacio (Filipina), Csaba Somos (Hungaria), dan Philippos Tsalahouris (Yunani).

Salah satu dari dua penghargaan yang diterima The Resonanz Childrens Choir di 30th Béla Bartók International Choir Competition di Debrecen Hungaria. Foto: Istimewa

Menantang diri lewat repertoar kontemporer

Dengan kekuatan 40 penyanyi, TRCC mengikuti dua kategori kompetisi, yakni Children’s Choir dan Free Program. Menariknya, pada kategori Free Program mereka harus bersaing langsung dengan paduan suara dewasa dari berbagai negara.

Pada kategori Children’s Choir, TRCC membawakan empat karya, yakni O Sapientia karya komposer Slovenia Tadeja Vulc, Laudate Pueri Dominum karya komposer Italia Mattia Culmone, Home at Night karya komposer Hungaria Máté Bella, serta Deus Ultionum karya komposer Hungaria Levente Gyöngyösi.

Sementara pada kategori Free Program, TRCC menampilkan Magnus Maior Maximus karya komposer Hungaria Péter Tóth, Virágsirató karya komposer Hungaria József Karai, Spiritus Domini karya komposer Italia Michele Josia, serta 137 Hip-Street, karya komposer muda Indonesia, Fero Aldiansya Stefanus.

Lolos dari seleksi ketat menuju panggung dunia

Perjalanan menuju Debrecen diawali dengan proses seleksi yang tidak sederhana. Setiap calon peserta diwajibkan mengirimkan video penampilan untuk dinilai kelayakannya sebelum diundang mengikuti kompetisi.

| Baca Juga: Dulu Jual Jersey Demi Anak, Orlando Gill Kini Jadi Pahlawan Paraguay di Piala Dunia 2026

Pada penyelenggaraan edisi ke-30 ini, hanya sebelas paduan suara dari berbagai negara yang dinyatakan lolos. Dari sebelas peserta tersebut, hanya empat paduan suara yang berhasil melaju ke babak Grand Prize. Selain TRCC, tiga finalis lainnya adalah Riverside City College Chamber Singers (Amerika Serikat), Coralia – Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico), serta MASKA Mixed Choir (Latvia).

TRCC mendapat giliran tampil pertama pada babak penentuan tersebut. Mereka membawakan tiga karya, yakni Hodie Christus Natus Est karya József Karai, Spiritus Domini karya Michele Josia, dan A Poem to the Mother of the Gods karya komposer kontemporer Jepang, Takatomi Nobunaga.

Kerja keras yang berbuah prestasi

Bagi Avip Priatna, kemenangan ini merupakan hasil dari proses panjang dalam mempersiapkan repertoar yang dikenal memiliki tingkat kesulitan musikal sangat tinggi.

1 2 3

Tags: