Gara-Gara Peran Hantu, Wajah Assila Corina Sempat Rusak Hingga Dua Bulan
"Bukan cuma muka, tapi tangan juga dibuat detail dengan efek lubang-lubang yang harus dilapisi lateks," tambahnya bintang sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda ini.
Tantangan fisik yang dihadapi Assila tidak berhenti pada durasi pemasangan. Penggunaan bahan kimia seperti lem dan lateks memberikan efek samping yang mengganggu pernapasannya selama di lokasi syuting.
"Bahan lem dan lateksnya itu baunya cukup menyengat dan bikin sesak nafas. Selain itu, aku harus memakai softlens yang ukurannya sangat besar berwarna merah. Untuk memasangnya saja butuh bantuan dua sampai tiga orang untuk membuka kelopak mata aku," tutur Assila.
Sosok kelahiran 6 Juni 2001 ini juga menambahkan bahwa selama memakai softlens tebal tersebut, pandangannya menjadi buram dan ia dilarang beristirahat demi menjaga keutuhan prostetik.
| Baca Juga: Sana TWICE Debut Aktris, Bintangi Film 'Nyangi' Bareng Aktor Jepang Takeru Satoh
Alami Kerusakan Kulit Parah
Proses syuting film Sajen Satu Suro ini benar-benar menguji ketahanan fisik Assila. Ia menjelaskan bahwa sebelum syuting dimulai, tim produksi telah melakukan pencetakan prostetik khusus yang mengikuti bentuk wajah aslinya.
Meskipun ada cadangan, risiko kerusakan alat sangat tinggi karena kuatnya daya rekat lem yang digunakan.
"Meskipun sudah dibuatkan lubang hidung pada prostetiknya, aku tetap harus menghirup aroma lem dan lateks yang sangat menyengat. Rasanya seperti mabuk lem karena bau kimianya kuat sekali," akunya aktris berdarah Portugal ini.
Puncak penderitaan Assila justru terjadi saat kamera berhenti merekam. Proses pelepasan makeup prostetik ternyata jauh lebih menyakitkan daripada proses pemasangannya. Dibutuhkan setidaknya delapan orang kru untuk menggosok dan membersihkan sisa-sisa lem dari kulit wajah dan lehernya.
| Baca Juga: Buntut Skandal Guo Yuxin, Perilisan Drama ‘The Lament of Autumn’ Terancam Mundur
"Setelah syuting selesai, ada sekitar delapan orang yang membantu membersihkan muka aku. Kulitku digosok-gosok karena lemnya menempel sangat kuat. Akibatnya, kulit wajahku sempat mengalami masalah parah seperti breakout dan bruntusan di seluruh wajah dan leher. Butuh waktu sekitar dua bulan untuk mengembalikan kondisi kulitku seperti semula," jelasnya.







