Pengalaman Cast Film ‘402 Rumah Sakit Angker Korea’ Rasakan Takut Beneran Saat Syuting
VIVIA MEDIA — Tidak banyak film horor yang menuntut pemainnya merangkap kameramen. Itulah tantangan yang dihadapi pemeran film 402 Rumah Sakit Angker Korea, film horor terbaru MD Entertainment yang mengadaptasi Gonjiam: Haunted Asylum dari Korea Selatan.
Arbani Yasiz, Saputra Kori, Elang El Gibran, Diandra Agatha, Lea Ciarachel, Jang Han Sol, dan Aylena Fusil menjalani syuting dengan konsep found footage. Seluruh adegan direkam memakai kamera GoPro yang dipasang di tubuh masing-masing pemain, tanpa kehadiran kameramen di lokasi—membuat ekspresi ketakutan yang muncul terasa lebih natural.
Mendalami Karakter Content Creator
Arbani Yasiz, yang memerankan Juna, mengaku tantangan pertamanya adalah memahami karakter content creator yang terobsesi konten viral. Ia banyak berdiskusi dengan Kori dan Jang Han Sol yang memang berlatar belakang media sosial.
“Saya jadi banyak nanya, viewers atau konten tuh seberpengaruh apa sih, kenapa harus dikejar sebegitunya,” ujar Arbani di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Senin (6/7/2026).
| Baca Juga: Satu Tahun Riset Alat hingga Pantau 28 Kamera, Ini Perjuangan di Balik Film '402 Rumah Sakit Angker Korea'
Sebagian besar adegannya berlangsung sendirian di dalam tenda komando, hanya terhubung dengan pemain lain lewat radio komunikasi—pengalaman yang menurutnya justru membantu membangun rasa kesepian dan tekanan yang dibutuhkan karakternya.
Saputra Kori, pemeran Adit, menilai film ini dekat dengan fenomena media sosial saat ini. “Sekarang banyak orang bersosial media hanya untuk mendapatkan validasi. Kalimat ‘hanya untuk konten’ yang berulang kali muncul di film ini benar-benar merealisasikan fenomena yang ada sekarang,” katanya.
Kamera Seberat Lima Kilogram, Delapan Jam Sehari
Tanpa kameramen, seluruh pemain harus mengoperasikan kameranya sendiri menggunakan GoPro yang dipasang pada body rig khusus.
“Semua yang kalian tonton adalah hasil kamera yang kita ambil sendiri dari kamera dan GoPro yang ada di badan kita,” ujar Kori.
| Baca Juga: Sutradara Asli Puji Adaptasi Indonesia, Jung Bum Shik Nonton Langsung Film '402 Rumah Sakit Angker Korea'
Perangkat itu memiliki bobot sekitar lima kilogram dan harus dikenakan sekitar delapan jam per hari—tantangan yang makin berat karena syuting berlangsung saat musim panas di Korea Selatan, sementara mereka mengenakan pakaian musim dingin.
Ketakutan yang Bukan Lagi Akting
Kamera yang dipasang di tubuh membuat kru harus menjaga jarak agar tidak ikut terekam, sehingga para pemain benar-benar menghadapi lokasi seorang diri di tengah pencahayaan minim.
Diandra Agatha yang memerankan Arum mengungkapkan bahwa pencahayaan minim justru menjadi tantangan tersendiri selama syuting.
“Kalau ada satu cahaya di depan muka kita, kita jadi susah lihat ke depan,” kata Diandra.
| Baca Juga: Demi Film ‘Kung Fu Soccer’, Dilraba Dilmurat Rela Naikkan Berat Badan 8 Kg
Pengalaman paling menegangkan bagi Aylena Fusil (pemeran Tyas) terjadi di kawasan hutan. “Waktu kita di hutan itu, langsung nyari kru karena aku takut. Itu hutan beneran, menurutku itu yang paling menakutkan,” ungkapnya. Saat ditanya apakah ketakutannya di layar adalah akting, Aylena hanya tertawa kecil sebelum menjawab, “Oh iya, bener (takut),” ujarnya.
Kori menambahkan, rasa takut itu muncul karena jarak dari kru dan tim penyutradaraan yang jauh. “Kalau di rumah sakit kan kita masih tahu di mana tembok-temboknya,” katanya.
Rasa segan terhadap lokasi bahkan membuat para pemain meminta izin sebelum mengucapkan dialog kasar. “Kita takut ketempelan hantu gara-gara ngomong kasar,” ujar Kori sambil tertawa.
Sendirian di Rumah Sakit Asli
Elang El Gibran, pemeran Bara, menjalani adegan seorang diri di bangunan bekas rumah sakit empat lantai di Goyang—lokasi asli tanpa tambahan CGI.
| Baca Juga: Comeback Dunia Akting, Sonny Septian Akting Bareng Istri di Film Anak-Anak Bambu
“Aku orangnya penakut banget, nonton film horor aja sering nutup mata. Jadi waktu harus ditinggal sendiri di lokasi itu, rasa takutnya benar-benar keluar,” ujarnya.
Sebelum syuting, Elang sempat mengobrol dengan para pemeran hantu untuk mencairkan suasana: “Jangan serem-serem amat, tapi tetap harus serem.”
Satu Tahun Kembangkan Sistem Kamera
Sutradara Anggy Umbara mengungkapkan tim produksi membutuhkan waktu sekitar satu tahun mengembangkan sistem kamera yang bisa dikenakan pemain. Material besi dan aluminium yang awalnya dipakai terbukti terlalu berat, hingga akhirnya beralih ke material karbon cetak 3D printing yang lebih ringan namun kokoh.
Di tahap pascaproduksi, tim editor harus menyusun gambar dari 28 kamera yang merekam bersamaan agar tetap menghasilkan alur visual yang utuh dan terasa seperti rekaman asli para content creator.
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. (*)







