Sementara itu, Davina Karamoy juga menjalani perubahan signifikan. Ia tampil dengan potongan rambut berponi pendek, gaya yang terakhir kali ia gunakan enam tahun lalu. Davina juga harus mendalami dialek Manado dan melakukan riset mengenai pelayanan di gereja.

"Aku campuran Manado-Sunda, tapi sehari-hari lebih sering pakai bahasa Sunda. Jadi di sini aku belajar lagi dialek Manado yang kental. Untuk riset pelayanan gereja, aku melakukan recall dari memori saat sekolah Katolik dulu," jelas Davina.

Keterlibatan Davina dalam film ini juga menandai pergeseran karakternya yang biasa dikenal sebagai sosok wanita yang kerap memicu konflik atau 'pelakor' di proyek sebelumnya, menjadi karakter yang lebih humanis dan berbeda secara visual.

| Baca Juga: Poster Fedi Nuril Mau Menangkap Bola di Film 'Bapakmu Kiper' Bikin Penasaran

"Karakterku di sini tidak ada konflik cinta yang gimana-gimana, lebih ke hubungan antarmanusia," ujar Davina.

Film ini mengisahkan seorang perempuan introvert yang sepanjang hidupnya selalu mengutamakan keinginan orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan anak adopsi yang menjadi korban penculikan.

Dibesarkan oleh keluarga Muslim di Pekalongan, ia kemudian mengalami culture shock saat kembali bertemu keluarga kandungnya di Manado. Dalam waktu dua pekan, ia harus menentukan jati dirinya: tetap berpegang pada nilai-nilai dari lingkungan yang membesarkannya atau mengikuti garis keturunan yang baru ia temukan. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: