Baim Wong Duetkan Prilly Latuconsina dan Davina Karamoy di Film Drama Komedi
VIVIA MEDIA — Sutradara sekaligus produser Baim Wong resmi memperkenalkan Prilly Latuconsina dan Davina Karamoy sebagai pemeran utama dalam proyek film terbarunya berjudul 'Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki'.
Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang didominasi genre horor dan drama keluarga, kali ini Baim lewat rumah produksi miliknya, Tiger Wong Entertainment, menghadirkan drama komedi yang diangkat dari naskah karya Cassandra Massardi.
Baim mengaku tertantang menggarap film komedi. Menurutnya, menciptakan humor yang terasa natural di layar lebar bukanlah perkara mudah.
"Jadi emang agak sulit ketika kita meramu yang namanya komedi. Ketika kita masuk set, pemainnya harus tidak tahu apa yang kita omongin supaya ketawanya natural," ungkap Baim dalam acara cast reveal yang digelar di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
| Baca Juga: Aisyah Aqilah dan Assila Corina Bongkar Momen Syuting Tersulit 'Sajen Satu Suro'
Pria 45 tahun ini menjelaskan, selama proses syuting nanti akan banyak ruang untuk improvisasi. Bahkan, beberapa dialog sengaja tidak dimasukkan ke dalam naskah agar para pemain dapat memberikan respons spontan, layaknya proses syuting sitkom.
"Makanya nanti banyak improvisasi atau line yang nggak dikasih di skenario. Sama seperti di sitkom, kadang-kadang si pemain tidak ngasih tahu intinya, jadi tertantangnya itu sekarang as a director," lanjutnya.
Rela Rombak Skenario Demi Dua Aktris Wanita Ini
Baim Wong selaku sutradara mengakui bahwa ia menghabiskan waktu sekitar empat hingga lima bulan untuk menyempurnakan skenario. Ia sengaja mengubah arah naskah yang awalnya terasa sangat "festival" menjadi lebih komersial agar dapat dinikmati oleh khalayak luas tanpa mengurangi kualitas cerita.
"Sebagai pemain, saya tahu mana skenario yang bagus dan mana yang tidak. Saya tidak mau mengecewakan mereka yang sudah meluangkan waktu berbulan-bulan untuk proyek ini. Saya buat skenario ini sedetail mungkin agar bisa diterima penonton Indonesia," tegas Baim.
| Baca Juga: Sempat Dirilis Ilegal, Tim Animator ‘Avatar Aang: The Last Airbender’ Tulis Pesan Haru di Trailer Perdana
Film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki dibintangi sederet aktor dan aktris ternama, di antaranya Prilly Latuconsina, Davina Karamoy, Sarah Sechan, Lukman Sardi, Aming, Alex Abbad, Hamish Daud, Ririn Dwi Ariyanti, Ria SW. Lalu akan ada debut akting konten kreator Fadil Jaidi bersama sang ayah, Muhammad atau yang akrab disapa Pak Muh.
Baim Wong menegaskan bahwa sejak awal pengembangan ide, nama Prilly Latuconsina dan Davina Karamoy sudah menjadi target utamanya. Baim bahkan rela merombak skenario selama berbulan-bulan demi meyakinkan kedua aktris tersebut untuk bergabung.
"Di kepala saya sudah ada mereka berdua dari awal. Prilly adalah orang pertama yang saya hubungi, lalu Davina. Saya sangat berhati-hati dengan skenario ini, bahkan mengalami banyak perubahan agar hasilnya maksimal dan mereka percaya pada visi saya," ujar Baim Wong.
Transformasi Fisik dan Bahasa Prilly Latuconsina
Prilly Latuconsina memaparkan bahwa perannya kali ini menuntut perubahan total. Tidak hanya memerankan karakter wanita berhijab yang mendalami sastra Arab, Prilly harus melakukan prosedur tan atau menghitamkan warna kulitnya secara semipermanen selama masa produksi film.
| Baca Juga: Dikonfirmasi Dave Grohl, Lagu 'Breed' Nirvana Jadi Theme Song Anime 'Green Yuri'
"Aku harus tan kulit, dan ini semipermanen selama syuting. Tantangan lainnya adalah bahasa Arab. Ini bukan sekadar mengaji, tapi berdialog. Guru bahasa Arabku berkali-kali mengingatkan agar nada bicaraku tidak seperti sedang tadarus yang ada nada 'Amin' di ujungnya. Aku harus membiasakan dialek percakapan orang Arab asli setiap hari," ungkap Prilly.
Kembalinya Prilly ke genre drama komedi juga menjadi sorotan. Setelah sukses besar di genre horor, Prilly mengaku sangat menantikan kesempatan ini.
"Jujur, aku justru sudah menunggu-nunggu banget tawaran film komedi. Aku sering berdoa, 'Kapan ya main komedi lagi?'. Aku suka nonton film komedi untuk hiburan. Pas baca skrip dari Kak Baim, walaupun mungkin bukan aku yang bagian ngelawak, tapi situasi dramanya itu sudah lucu secara alami," jelas bintang film Budi Pekerti ini.
Kekasih Omara Esteghlal ini menyebut tantangan terberatnya justru menahan tawa karena situasi dalam skenario yang dinilainya sangat lucu secara alami.
| Baca Juga: Comeback Dunia Akting, Sonny Septian Akting Bareng Istri di Film Anak-Anak Bambu
"Tantangannya justru menahan tawa saat syuting dan memastikan aku nggak terlihat aneh di tengah situasi komedi itu. Kami selama reading ketawa terus," tambah Prilly.
Davina Karamoy Keluar dari Citra Antagonis
Sementara itu, Davina Karamoy juga menjalani perubahan signifikan. Ia tampil dengan potongan rambut berponi pendek, gaya yang terakhir kali ia gunakan enam tahun lalu. Davina juga harus mendalami dialek Manado dan melakukan riset mengenai pelayanan di gereja.
"Aku campuran Manado-Sunda, tapi sehari-hari lebih sering pakai bahasa Sunda. Jadi di sini aku belajar lagi dialek Manado yang kental. Untuk riset pelayanan gereja, aku melakukan recall dari memori saat sekolah Katolik dulu," jelas Davina.
Keterlibatan Davina dalam film ini juga menandai pergeseran karakternya yang biasa dikenal sebagai sosok wanita yang kerap memicu konflik atau 'pelakor' di proyek sebelumnya, menjadi karakter yang lebih humanis dan berbeda secara visual.
| Baca Juga: Poster Fedi Nuril Mau Menangkap Bola di Film 'Bapakmu Kiper' Bikin Penasaran
"Karakterku di sini tidak ada konflik cinta yang gimana-gimana, lebih ke hubungan antarmanusia," ujar Davina.
Film ini mengisahkan seorang perempuan introvert yang sepanjang hidupnya selalu mengutamakan keinginan orang lain. Hidupnya berubah drastis setelah mengetahui bahwa dirinya merupakan anak adopsi yang menjadi korban penculikan.
Dibesarkan oleh keluarga Muslim di Pekalongan, ia kemudian mengalami culture shock saat kembali bertemu keluarga kandungnya di Manado. Dalam waktu dua pekan, ia harus menentukan jati dirinya: tetap berpegang pada nilai-nilai dari lingkungan yang membesarkannya atau mengikuti garis keturunan yang baru ia temukan. (*)







