Di Indonesia Jadi Sayur dan Obat, Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia
"Saya menginvestasikan semua yang saya punya ke kebun ini, hasil kerja keras selama 10 tahun, lalu tiba-tiba semuanya hilang dalam semalam. Ini pukulan telak," katanya. Para petani menilai keputusan itu mendadak muncul tanpa ada peringatan atau sosialisasi.
Konsultan industri makanan Courtney Stewart menyebut ini prosedur standar untuk makanan yang belum banyak tersedia di Australia. "FSANZ hanya menjaga konsumen dan memastikan semuanya aman. Sampai ada data historis yang menunjukkan sesuatu aman dikonsumsi jangka panjang, mereka tidak akan menyetujui apa pun dan itu pendekatan konservatif yang baik," ujarnya.
| Baca Juga: Mengenal Jahira, Varietas Jahe Merah yang Bisa Jadi 'Ginsengnya' Indonesia
Di Asia, Afrika, dan Timur Tengah, bagian-bagian tanaman kelor sudah dikonsumsi selama berabad-abad, termasuk di Indonesia sebagai bahan resep sayur maupun suplemen kesehatan.
Dosen senior biomedis Universitas New England, Vandana Gulati, yang telah 20 tahun meneliti tanaman obat, mengatakan minyak dari biji kelor kaya fitokimia yang baik untuk infeksi, demam, dan kesehatan kulit. Dalam budaya India, daunnya diolah menjadi kari dan bijinya juga jadi bahan masakan.
Vandana menyebut kelor dianggap super food dalam tradisi karena setiap bagiannya bermanfaat. Namun ia juga memahami kekhawatiran keamanan bagi masyarakat yang belum terbiasa mengonsumsinya secara rutin. (*)







