Makanan Sehat Tidak Harus Mahal, Olahan Khas Lokal nan Murah Kerap Diabaikan
Kekayaan Pangan Lokal Daerah
Dalam upaya mematahkan stigma mahal, Dennis aktif memperkenalkan kekayaan pangan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Saat berkunjung ke Sanggau, Kalimantan Barat, misalnya, ia mempromosikan sumber protein hewani dari ikan puyung dan keong sawah.
Uniknya, masyarakat setempat bahkan menggunakan kantong semar sebagai kemasan makanan alami.
"Banyak netizen, bahkan orang asli daerah tersebut, baru menyadari bahwa wilayah mereka memiliki kekayaan pangan yang luar biasa. Di daerah, makanan bergizi sering kali bisa diperoleh secara gratis karena diproduksi sendiri," ujar Dennis.
| Baca Juga: Sering Konsumsi Minuman Berenergi? Kenali Risiko bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
"Jadi di sini, peran kreator adalah mengemas edukasi ini agar mudah dicerna, baik dari sisi nutrisi, hiburan, maupun potensi bisnis," imbuh Dennis.
Edukasi Melalui 'Makan dengan Makna'
Minat masyarakat yang tinggi terhadap konten makanan diakui oleh Noudhy Valdryno, Head of Public Policy TikTok Indonesia. Ia menjelaskan bahwa TikTok kini meluncurkan inisiatif 'Makan dengan Makna' yang merupakan implementasi lokal dari kampanye global 'Together With Ingredients'.
Program ini sebelumnya telah diperkenalkan di Brasil pada tahun lalu.
"Indonesia dipilih karena memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam, bahan pangan lokal melimpah, dan komunitas kreator yang sangat kreatif. Kami ingin menginspirasi kebiasaan makan sehat melalui konten yang relevan dan edukatif," jelas Noudhy.
TikTok berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat literasi gizi sebagai pelengkap program nasional seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan kampanye 'Isi Piringku'.
| Baca Juga: Mengenal Jahira, Varietas Jahe Merah yang Bisa Jadi 'Ginsengnya' Indonesia







