Ada Lagu ‘MBG’ di Film Cek Khodam, Sutradara Beri Penjelasan Ini
VIVIA MEDIA — Film horor Cek Khodam memperkenalkan premis unik yang menggabungkan unsur ketakutan dengan komedi segar. Tak hanya mengandalkan jumpscare, film ini mencuri perhatian karena menyisipkan fenomena viral media sosial, termasuk penggunaan lagu 'MBG' yang sedang ramai di platform TikTok dan Instagram.
Ada sebuah adegan di film di mana sosok hantu Noni Belanda menakut-nakuti penjaga kos dengan cara melakukan humming atau bergumam lagu 'MBG'.
Lagu ini sendiri di dunia maya identik dengan singkatan 'Mas Bahlil Ganteng', merujuk pada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, meski dalam konteks program pemerintah sering dikaitkan dengan 'Makan Bergizi Gratis'.
Spontanitas di Lokasi Syuting
Sutradara film Cek Khodam, JeroPoint, mengaku terkejut dengan masuknya lagu tersebut ke dalam adegan. Ia menegaskan bahwa dialog dan gumaman lagu 'MBG' tidak ada di dalam skrip asli.
| Baca Juga: Hannah Al Rashid Dipercaya Bintangi Proyek Horor Terbaru Mike Wiluan
"Film ini selama prosesnya penuh dengan spontanitas. Di skrip nggak ada, padahal aku juga bingung. Ini ada apa sih?" ujar Jero Point sembari tertawa saat menanggapi pertanyaan awak media mengenai pertimbangan memasukkan lagu viral tersebut.
Anggie Williams, pemeran hantu Noni Belanda yang melakukan adegan tersebut, mengonfirmasi bahwa hal itu adalah murni improvisasi. Namun, Anggie memiliki interpretasi sendiri mengenai singkatan 'MBG' yang ia nyanyikan.
"Ini adalah spontanitas. Itu adalah salah satu suara tambahan karena MBG di otakku itu 'My Bini Gue' (Istriku adalah milikku)," jelas Anggie di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Menanggapi hal itu, JeroPoint merasa lega karena improvisasi tersebut tetap berada dalam koridor yang aman. Ia juga menyebutkan bahwa urusan komedi dijaga ketat oleh konsultan komedi bernama Mas Wawan.
| Baca Juga: 'Enola Holmes 3': Millie Bobby Brown Makin Dewasa, Selamatkan Sherlock dari Penculikan
Berangkat dari Fenomena Content Creator
JeroPoint menjelaskan bahwa ide film Cek Khodam berangkat dari latar belakangnya sebagai content creator. Ia melihat pergeseran perilaku masyarakat modern saat bertemu makhluk halus. Jika dahulu orang ketakutan, saat ini orang justru cenderung mengeluarkan kamera untuk membuat konten.
"Zaman dulu itu kalau ada setan kita takut, dihindari. Sekarang malah ambil kamera, bikin konten. Jadi berangkat dari sana, sesuatu yang relatable buat kita bawa ke sini," ungkap Jero.
Meski memikul beban komedi yang cukup besar, Jero mengaku proses syuting Cek Khodam adalah pengalaman yang paling menyenangkan karena dukungan penuh dari para pemain dan suasana set yang bahagia.
Isu Cicilan dan Dompet Kosong
Produser Dee Company, Dheeraj Kalwani, mengungkapkan bahwa skrip film ini mengalami perombakan berkali-kali hingga mencapai versi ketiga yang dianggap paling solid. Alasan utama pemilihan tema ini adalah keinginan untuk mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

"Kita mau angkat sesuatu yang relate ke masyarakat. Cek Khodam mengangkat ketakutan manusia modern seperti cicilan, dompet kosong, dan tanggal tua. Menurut saya penting untuk menghadirkan sesuatu yang unik dari film horor komedi yang sudah ada," kata Dheeraj.
Pencarian Pemain dan Peran Menantang
Dalam hal pemilihan pemain, JeroPoint mengungkapkan kesulitan saat mencari sosok untuk memerankan karakter Sakti. Setelah pencarian panjang, pilihan akhirnya jatuh kepada Jirayut.
"Kita cari setengah susah, sangat sulit. Karena kita mau yang punya kekuatan fans tapi belum pernah main film. Akhirnya terpilihlah Jirayut. Perlu dikasih kesempatan kan? Enggak harus selalu di TV saja," tegas sang sutradara.
Sementara itu, Saputra Kori yang berperan sebagai Wira, membagikan kisah di balik layarnya. Ia mengungkapkan bahwa awalnya ia di-casting untuk peran bernama Sakti. Namun, sutradara melihat potensi lain dan memindahkannya ke karakter Wira.
| Baca Juga: Digosipkan Gabung di Serial Live Action 'Solo Leveling', Ini Tanggapan Rain
"Karakter Wira ini challenging banget karena harus memegang kendali di drama, horor, dan komedi. Itu perpaduan yang sangat susah. Aku banyak riset dulu, mulai dari gimana menjadi orang Indigo hingga cara pembacaan Khodam," kata Kori.
Kori juga memuji peran Mas Wawan selaku konsultan komedi yang berjaga di lokasi setiap hari tanpa libur untuk memastikan setiap lelucon dalam film tetap berkualitas dan terjaga fondasinya.
Film produksi Dee Company yang akan tayang pada 16 Juli 2026, ceritanya menyoroti tiga sahabat, yakni Sakti (Jirayut), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benidictus Siregar).
Mereka membuat konten cek khodam di media sosial yang mengubah pandangan manusia sehingga tak lagi takut pada hantu. Manusia modern kini lebih takut pada masalah finansial seperti cicilan.
Akibat fenomena ini, dunia gaib menjadi krisis dan para khodam terpaksa turun langsung ke bumi untuk menakut-nakuti manusia kembali. Alih-alih menakutkan, kehadiran mereka justru menciptakan kekacauan yang lucu dan kocak. (*)







