“Inspirasinya dari Walt Disney. Nama besar itu bisa berubah menjadi satu vehicle legacy yang kalau kita kelola dengan profesional akan menjadi baik,” kata Raffi.

Pria 39 tahun itu kemudian mulai merambah ke dunia digital. Dari yang awalnya hanya pembuat konten, RANS bertransformasi menjadi agensi media, rumah produksi, hingga dunia olahraga.

Semua kerja keras dari garasi di rumah itu mencapai puncaknya ketika RANS resmi masuk BEI. Raffi membuktikan bahwa bisnis yang awalnya hanya akun media sosial berisi konten harian keluarga bisa menjadi aset korporasi.

| Baca Juga: Anak Al Ghazali Pegang Paspor Prancis, Ikut Kewarganegaraan Alyssa Daguise?

Raffi Ahmad berharap, RANS terus berkembang dan hidup meski ia dan Nagita telah tiada nanti.

“RANS itu suatu hari nanti dia akan menjelma menjadi sebuah vehicle, menjadi sebuah tempat di mana bisa menjadi keberkahan untuk seluruh masyarakat,” ucap Raffi.

“Jadi suatu hari nanti, suatu zaman di masa nanti kalau saya sama Nagita sudah tidak ada lagi, sudah meninggal tapi RANS masih tetap hidup dan menjadi manfaat untuk banyak orang,” lanjutnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: