VIVIA MEDIA — Sejumlah organisasi besar di industri musik dunia resmi memperkenalkan sistem pelabelan untuk menandai lagu-lagu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Sistem ini bersifat sukarela, namun mereka berharap bisa diterapkan secara luas di berbagai platform streaming musik.

Federasi Industri Rekaman Fonografik Internasional (IFPI) dan Asosiasi Industri Rekaman Amerika (RIAA) pada Jumat (10/7/2026) mengumumkan sistem label ini bersama enam organisasi lain, termasuk Grammy dan SAG-AFTRA.

“Penggemar ingin tahu apakah dan bagaimana AI generatif digunakan dalam musik yang mereka dengarkan. Karena orisinalitas dan kejujuran karya sangat penting bagi pecinta musik di seluruh dunia, label ini akan memberikan cara yang mudah dipahami dan bisa diterapkan secara luas untuk mewujudkan transparansi,” ujar CEO IFPI, Vikki Oakley, dan Ketua sekaligus CEO RIAA, Mitch Glazier, dalam pernyataan bersama.

| Baca Juga: Red Velvet Dikritik, Ketahuan Bikin Poster Promosi Album Baru Pakai AI

Dua Jenis Label

Ada dua label yang diperkenalkan:

1. AI-Generated — ditandai dengan tulisan “AI” huruf kapital berwarna putih di atas latar hitam. Label ini dipakai untuk lagu yang sebagian besar atau seluruh elemen kreatifnya dibuat oleh AI, misalnya vokal utama, instrumen kunci, atau bahkan seluruh lagu yang dihasilkan dari perintah (prompt) AI.

2. AI-Assisted — ditandai dengan tulisan “ai” huruf kecil berwarna hitam di atas latar putih. Label ini dipakai untuk karya yang sebagian besar tetap dibuat oleh manusia, dengan vokal dan instrumen utama tetap dikerjakan manusia, namun AI digunakan untuk sejumlah elemen kreatif tambahan.

Untuk saat ini, label ini belum mencakup penggunaan AI dalam lirik, komposisi, video musik, atau sampul album.

Didorong oleh Permintaan Pendengar

Sebuah studi oleh Deezer dan Ipsos terhadap 9.000 pendengar menemukan bahwa 97% dari mereka tidak bisa membedakan lagu buatan AI dengan lagu buatan manusia. Meski begitu, 80% responden tetap ingin lagu yang sepenuhnya dibuat AI diberi label yang jelas.

| Baca Juga: Kisah Haru Bernadya, Royalti Lagu Pertama Jadi Penyelamat Ekonomi Keluarga saat Pandemi

1 2

Tags: