Sering Tambah Krimer ke Kopi? Waspadai Dampaknya pada Kesehatan Kulit
VIVIA MEDIA – Kopi tidak hanya sebagai sumber energi, tetapi juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dalam batas wajar. Namun, kebiasaan menambahkan krimer, gula, atau bahan tambahan lain ke dalam kopi justru dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kulit.
Dokter kulit dr. Nora Jaafar menjelaskan bahwa kopi sebenarnya bukan penyebab utama masalah kulit.
Kandungan kafein dalam kopi memiliki manfaat karena dapat bertindak sebagai antioksidan dan membantu mengurangi peradangan.
| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium
“Kafein memiliki hubungan ganda dengan kulit. Secara topikal, kafein bertindak sebagai vasokonstriktor dan antioksidan yang membantu mengurangi pembengkakan serta melawan kerusakan akibat radikal bebas,” ujar Jaafar.
Namun, dia mengingatkan konsumsi tambahan tertentu dalam kopi dapat memicu masalah kulit.
Kandungan gula berlebih dan bahan kimia tertentu dalam krimer dapat meningkatkan kadar kortisol, merusak kolagen, memperburuk peradangan, dan membuat kulit tampak lebih kusam dan dehidrasi.
Kandungan Krimer Kopi yang Perlu Diwaspadai
Beberapa bahan yang sering ditemukan dalam krimer kopi antara lain:
1. Minyak terhidrogenasi
Bahan tersebut dibuat dengan menambahkan hidrogen ke lemak tak jenuh untuk meningkatkan daya tahan produk.
| Baca Juga: Ternyata Ini Alasan IU dan Lee Jong Suk Putus Setelah 4 Tahun Pacaran
Menurut Jaafar, minyak terhidrogenasi dapat mengganggu lapisan lipid kulit sehingga membuat kulit lebih kering dan mudah mengalami iritasi.
2. Padatan sirup jagung
Bahan berbentuk bubuk itu sering digunakan dalam produk makanan instan.
Konsumsinya dapat meningkatkan kadar gula darah yang berhubungan dengan proses glikasi, kondisi ketika gula merusak kolagen dan elastin sehingga mempercepat tanda-tanda penuaan kulit.
3. Pengemulsi sintetis
Pengemulsi digunakan untuk menjaga tekstur dan stabilitas produk. Namun, beberapa jenis pengemulsi disebut dapat memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus yang kemudian berpotensi memicu masalah kulit seperti peradangan, jerawat, hingga rosacea.
| Baca Juga: Anak Tetap Prioritas, Begini Cara Baim Wong Atur Waktu di Tengah Kesibukan Film
Pilihan Minuman yang Lebih Ramah Kulit
Bagi pencinta kopi, Jaafar menyarankan untuk mengurangi atau menghindari penggunaan krimer.
Sebagai alternatif, susu sapi murni atau susu oat tanpa tambahan gula dinilai lebih baik untuk kesehatan kulit.
Selain itu, dia merekomendasikan matcha sebagai pilihan minuman karena mengandung kafein dan L-theanine, senyawa yang membantu memberikan energi lebih stabil tanpa meningkatkan lonjakan hormon stres.
Matcha juga kaya akan EGCG (epigallocatechin gallate), salah satu antioksidan yang disebut memiliki manfaat perlindungan terhadap kulit.
Jaafar menambahkan, bahan alami seperti herbal dan ginseng India juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengelola dampak stres yang berpengaruh terhadap kondisi kulit. (*)







