Rayakan Perjalanan Buku hingga Cetakan ke-100, 'Filosofi Teras' Diangkat ke Layar Lebar
"Kalau sekarang mungkin kelihatannya kantor, tapi kalau tempatnya kita pindah ke tempat yang lain, itu pun juga hal yang sama," ucap Affandi.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama film bukan sekadar menggambarkan tempat kejadian, melainkan menghadirkan perasaan dan pengalaman batin yang dialami para tokoh.
| Baca Juga: Sempat Dirilis Ilegal, Tim Animator ‘Avatar Aang: The Last Airbender’ Tulis Pesan Haru di Trailer Perdana
"Jadi saya ngerasa bukan lokasi dan tempatnya yang merepresentasi, tapi kejadiannya dan rasa yang mereka lalui dari kejadian-kejadian yang mereka lalui. Itu yang kita representasikan di film ini," ujarnya.
Salah satu gagasan dalam Filosofi Teras yang akan menjadi bagian penting dalam film adalah Amor Fati atau konsep mencintai takdir. Pemikiran tersebut juga memiliki kedekatan dengan aktris Sherina Munaf yang ikut terlibat dalam proyek adaptasi ini.
Keterlibatan Sherina diharapkan dapat memberikan sudut pandang berbeda dalam menyampaikan pesan mengenai penerimaan terhadap keadaan dan cara menghadapi berbagai tantangan hidup.
Melalui adaptasi film ini, Filosofi Teras tidak hanya membawa cerita dari sebuah buku ke layar lebar, tetapi juga mencoba menghadirkan kembali pembahasan mengenai cara manusia menghadapi tekanan, rasa cemas, serta berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan. (*)







