“Horor terbesar sebenarnya datang dari beban hidup yang mereka hadapi. Buat saya, itu jauh lebih mengerikan daripada sekadar kemunculan hantu,” katanya.

Karena itu, Awi memastikan setiap elemen horor dalam film memiliki fungsi untuk memperkuat emosi cerita, bukan hanya menjadi kejutan bagi penonton.

Awi Suryadipun berbagi cerita mengenai pendekatan penyutradaraan yang digunakannya. Selama ini Awi dikenal lewat gaya visual yang dinamis dengan pergerakan kamera yang khas. Saat ditanya mengenai ciri tersebut, ia justru menjawab dengan candaan yang mengundang tawa.

“Saya rajin bikin movement kamera supaya enggak ngantuk di lokasi syuting. Daripada kameranya diam, ya diputar-putar saja,” kata Awi sembari tersenyum.

| Baca Juga: Film '402 Rumah Sakit Angker Korea' Debut di Bucheon, Dapat Sambutan Hangat Penonton

Titi Kamal: Cerita Melisa Dekat dengan Kehidupan Seorang Ibu

Titi Kamal yang memerankan Melisa menjadi salah satu karakter utama dalam film ini. Ia mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran bermain karena merasa cerita dan karakter yang dibawakan memiliki kedekatan dengan kehidupannya.

“Begitu ditawari Mas Awi, Mbak Lele, dan Pak Manoj, saya langsung bilang iya. Ceritanya sangat relate. Walaupun adaptasi dari film Thailand, ceritanya sudah disesuaikan dengan kehidupan keluarga Indonesia sehingga terasa dekat,” ujar Titi.

Dalam film, Melisa digambarkan sebagai seorang ibu yang memilih fokus mengurus keluarga. Ia berusaha menjadi tempat pulang bagi suami dan anak-anaknya.

Tetapi, Melisa juga harus menghadapi tekanan ketika rumah yang menjadi simbol harapan justru berubah menjadi ancaman.

| Baca Juga: Poster Film 'Paket Santet' Bikin Kaget, Wajah Yasamin Jasem Hancur dan Bengkak

Menurut Titi, tantangan terbesar dalam memerankan Melisa adalah menghadirkan emosi seorang ibu yang harus tetap kuat di tengah berbagai persoalan.

1 2 3

Tags: