Aslinya Indigo, Frislly Herlind Ungkap Kejadian Mistis Nyata di Lokasi Syuting 'Sajen Satu Suro'
Frislly Herlind dan Cinta Brian saat rilis film Sajen Satu Suro. Foto: Agnes
Ia menegaskan bahwa film Sajen Satu Suro dirancang sebagai sebuah tribute atau penghormatan bagi film-film horor klasik Indonesia era 80-an.
Dengan menggabungkan nuansa horor lama dan jajaran pemain muda yang modern, Agustinus berharap film ini dapat memberikan warna baru sekaligus memperkaya khazanah industri film horor di Indonesia.
Film produksi PIM Pictures ini, singkat cerita mengikuti perjalanan Tania (Aisyah Aqila) bersama rekan-rekannya, Jeff (Cinta Brian), Laura (Frislly Herlind), dan Robby (Munggaran) ke Desa Maduabang.
Misi mereka sebenarnya sederhana: mengembalikan keris milik ayah Tania. Namun, kepulangan benda pusaka itu justru memicu teror hebat yang membuka tabir gelap dari malam satu suro puluhan tahun silam. (*)
Tags:
Sajen Satu Suro
Frislly Herlind
Cinta Brian
Agustinus Sitorus







