“Saya tidak berpikir dua kali ketika Nolan mengajak saya bergabung dalam proyek ini karena saya percaya pada visinya. Ini adalah film terbesar yang pernah saya perankan, baik dari segi skala produksi maupun ambisinya. Bahkan di momen-momen yang paling menantang sekalipun, The Odyssey menjadi pengalaman yang sangat mendalam dan menyenangkan,” kata Matt Damon.

Matt Damon bersama Zendaya dalam proses produksi film The Odyssey. Foto: Universal Pictures Indonesia

Bagi Damon, besarnya skala produksi berjalan seiring dengan kompleksitas cerita yang diangkat. Seluruh elemen produksi dirancang untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang terasa nyata, mulai dari lokasi syuting hingga teknologi yang digunakan.

| Baca Juga: Istri Adam Shulman, Anne Hathaway Berharap Anaknya Mirip Tom Holland

Sementara itu, Anne Hathaway memiliki alasan tersendiri menerima peran sebagai Penelope. Aktris peraih Academy Award tersebut mengaku telah mengenal dan mencintai kisah-kisah mitologi Yunani sejak masih duduk di bangku sekolah.

“Saya sudah jatuh cinta dengan mitologi Yunani sejak di bangku SMP. The Odyssey memiliki tempat spesial di hati saya,” ujar Anne Hathaway.

Kedekatan emosional itu membuatnya merasa memiliki hubungan yang lebih personal dengan cerita yang diadaptasi Nolan.

Head of Marketing Universal Pictures International, Julius Daniel Suhakri, mengatakan The Odyssey menjadi salah satu film yang menawarkan pengalaman sinematik berskala besar sekaligus emosional.

“The Odyssey adalah perayaan besar bagi para pecinta film di Indonesia. Christopher Nolan berhasil menghadirkan kisah klasik yang telah dikenal lintas generasi ke dalam pengalaman sinematik yang megah sekaligus emosional. Dengan jajaran pemain kelas dunia dan kekuatan cerita yang universal, kami mengajak penonton Indonesia untuk turut merasakan langsung perjalanan pulang Odysseus di layar lebar,” ujar Julius Daniel Suhakri. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: