Debut Produser, Elma Theana Angkat Kisah Nyata Perjuangan Adik Lewat Film ‘Anak-Anak Bambu’
VIVIA MEDIA — Aktris Elma Theana resmi memulai langkah baru di industri perfilman Indonesia dengan menjadi produser melalui rumah produksi miliknya, Theana Pictures. Film perdana yang diproduksinya berjudul 'Anak-Anak Bambu', sebuah karya yang lahir dari ide cerita yang telah dipikirkannya sejak sekitar satu tahun lalu.
Elma mengaku sejak lama memiliki kegemaran menulis dan menyimpan banyak ide cerita. Meski tidak berprofesi sebagai penulis, ia merasa memiliki banyak kisah yang layak diangkat menjadi sebuah karya layar lebar.
Ide-ide tersebut kemudian didiskusikan bersama Archie Hekagery hingga akhirnya dikembangkan menjadi naskah film. Menurut Elma, proses produksinya berjalan cukup cepat.
"Alhamdulillah, prosesnya terbilang cepat, dari mulai penggarapan sampai sekarang tayang itu kurang lebih memakan waktu tujuh bulan," ujar Elma saat ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
| Baca Juga: Comeback Dunia Akting, Sonny Septian Akting Bareng Istri di Film Anak-Anak Bambu
Kisah Nyata Adik dan Istrinya
Film yang dalam produksinya berkolaborasi dengan PT Armada Bumi Investama dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini, mengangkat cerita tentang sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tumbuh dan bernaung bagi anak-anak yatim penghuni Rumah Anak-Anak Bambu.
Karena sebuah peristiwa, mereka harus menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal. Di tengah konflik tersebut muncul pertanyaan besar tentang arti keluarga, penerimaan, dan tempat pulang bagi mereka yang tidak memiliki hubungan darah.
Selain itu, hal paling personal dalam film arahan sutradara Dyan Sunu Prastowo itu adalah sumber inspirasinya. Elma mengungkapkan, film tersebut terinspirasi dari kisah nyata adiknya, Sonny Septian, dan istrinya, Fairuz A Rafiq.
Aktris 51 tahun ini sengaja mengangkat pengalaman keluarga tersebut. Terutama saat Sonny di tahun 2024 lalu menderita sakit penyempitan pembuluh darah di bagian otak dan leher. Akibat sakitnya,Fairuz mengambil peran lebih besar sebagai pencari nafkah sekaligus pendamping suami.
| Baca Juga: Hobi Unik Titi Kamal: Cari Hantu di Tempat Angker
"Saya ingin menunjukkan sisi keikhlasan seorang istri. Dalam pandangan Islam, itu tidak masalah dan justru sangat mulia jika istri membantu suami dengan penuh keridaan," jelasnya.
Libatkan Keluarga, Tak Malu Disebut Proyek 'KKN'
Oleh karena salah satu inspirasi cerita datang dari keluarganya, maka Elma merasa tidak ada yang lebih pas memerankan karakter itu selain mereka sendiri.
"Saya merasa tidak ada yang lebih pas memerankan karakter itu selain mereka sendiri. Jadi, kenapa tidak Sonny dan Fairuz saja yang memerankannya untuk mengangkat pesan keikhlasan itu," jelas Elma.
Selain kakaknya, Rency Milano, dua keponakannya, King Faaz dan King Radzinsky, turut menjadi bagian dari jajaran pemain. Kehadiran Radzinsky dinilai mampu menarik perhatian generasi muda karena tengah dikenal luas lewat sinetron yang dibintanginya.
| Baca Juga: 'Michael' Cetak Rekor, Jadi Film Biopik Pertama Tembus 1 Miliar Dolar
Meski demikian, Elma memastikan proses pemilihan pemain lainnya tetap dilakukan secara profesional dengan bantuan tim casting. Film ini juga dibintangi Ayushita, Irgi Achmad Fahrezi, M. Adhiyat, Abah Jatnika, Indra Birowo dan Maya Wulan.
"Iya, memang kalau dibilang 'KKN' ya 'KKN' ya," ujar Elma sambil tertawa.
Mengenai honor yang diterima anggota keluarganya, Elma mengakui honor yang diberikan belum sepenuhnya mengikuti standar profesional. Namun ia telah berjanji akan melunasi kekurangannya apabila film tersebut sukses di bioskop.
"Honor mereka mungkin belum seperti standar profesional di luar sana. Tapi saya janji, kalau film ini mendapatkan rida Allah, sukses, dan banyak penontonnya, saya akan membayar kekurangan honor mereka sesuai permintaan awal. Bahkan saya berniat mengajak mereka untuk berangkat Umrah," janji Elma yang berharap bisa meraih satu juta penonton.
Tantangan Besar Saat Menjadi Produser
Menjadi produser untuk pertama kalinya ternyata menghadirkan tantangan yang jauh berbeda dibandingkan ketika hanya menjadi pemain.
| Baca Juga: Ada Lagu ‘MBG’ di Film Cek Khodam, Sutradara Beri Penjelasan Ini
Anak mendiang aktris senior Waty Siregar ini mengaku harus memikirkan seluruh proses produksi hingga berbagai detail yang sebelumnya tidak pernah ia tangani. Bahkan urusan undangan gala premiere pun menjadi tanggung jawabnya.
"Aduh, luar biasa ya, kepala saya sampai pusing. Sebagai produser, saya harus mengurus segalanya. Biasanya kan kalau jadi pemain kita cuma datang dan syuting, tapi sekarang saya harus memikirkan hal-hal detail sampai ke urusan undangan," ungkapnya.
Karena kerepotan tersebut, maka Elma hanya muncul sebagai kameo atau figuran dalam film tersebut. Keterbatasannya untuk tampil lebih banyak disebabkan oleh jadwal syuting sinetron kejar tayang (stripping) yang sedang ia jalani.
"Jadi cukup jadi figuran saja, hanya lewat sebentar. Saya mengajak komunitas saya, Sister Sholehah, untuk tampil sebagai kameo," ujarnya.
Untuk proyek-proyek berikutnya, Elma memastikan Theana Pictures akan tetap konsisten menghadirkan film yang mengandung pesan moral. Ia mengaku tidak tertarik memproduksi film horor meski genre tersebut dikenal memiliki pasar yang besar di Indonesia.
"Saya ingin setiap film produksi Theana Pictures selalu mengandung nilai-nilai kebaikan dan pesan moral di dalamnya. Kalaupun komedi, tetap harus ada pesan positif yang bisa disampaikan kepada masyarakat. Jadi, fokusnya adalah menghadirkan sesuatu yang bermanfaat," tutup Elma. (*)







