Zendaya Dikritik Usai Kenakan Anting dari Artefak Iran Berusia 3.000 Tahun
VIVIA MEDIA — Zendaya menjadi sorotan karena mengenakan sepasang anting yang dibuat dari cakram emas Iran berusia sekitar 3.000 tahun.
Perhiasan tersebut dikenakannya saat sesi pemotretan di London untuk mempromosikan film 'The Odyssey' garapan sutradara Christopher Nolan.
Anting itu merupakan hasil modifikasi perhiasan dari Glenn Spiro yang memasang cakram kuno itu dengan emas 18 karat dan berlian.
Kini, barang tersebut menjadi bagian dari koleksi rumah perhiasan Barron London dan tidak diperjualbelikan.
| Baca Juga: Ternyata ini Penyebab Selebgram Larissa Chou Gugat Cerai Ikram Rosadi
Namun alih-alih mendapat pujian, aksesori yang dikenakan Zendaya justru memicu perdebatan mengenai etika penggunaan artefak bersejarah sebagai perhiasan.
Melansir dari laporan hyperallergic, kritik datang dari kalangan arkeolog di media sosial, seperti TikTok dan Instagram.
Mereka menilai praktik mengubah benda kuno menjadi aksesori bisa menghilangkan konteks sejarah yang melekat pada artefak.
Kelompok Iranian Forensic Archives bahkan meluncurkan petisi yang meminta transparansi mengenai asal-usul cakram emas tersebut.
| Baca Juga: Gara-gara The Odyssey, Tom Holland Ngaku Diancam Ditinggalkan Zendaya
Polemik makin panas karena kemunculan Zendaya terjadi di tengah meningkatnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang telah memicu kerusakan terhadap berbagai situs warisan budaya.
Sejumlah pengamat menilai penggunaan artefak Iran dalam situasi tersebut menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap sejarah dan kondisi geopolitik kawasan.
Para ahli menilai kasus Zendaya hanya menjadi contoh yang memperlihatkan praktik lama di pasar seni internasional.
Selama bertahun-tahun, berbagai artefak arkeologi, benda ritual, hingga peninggalan budaya dari Romawi, Mesir, Fenisia, dan Timur Tengah kerap diubah menjadi perhiasan atau benda dekoratif bernilai tinggi.
| Baca Juga: Dijodoh-jodohkan dengan Boiyen, Anwar BAB: Jodoh Nggak Ada yang Tahu
Padahal menurut para arkeolog, proses itu tidak hanya menghilangkan konteks sejarah, tetapi juga merusak nilai ilmiah artefak.
Pengeboran, pemotongan, hingga pemasangan batu permata dinilai bersifat permanen sehingga informasi penting mengenai asal-usul dan fungsi benda sulit dipulihkan.
Barron London mengidentifikasi anting yang dikenakan oleh Zendaya sebagai plakat emas Ziwiye dari Iran yang diperkirakan berasal dari milenium pertama sebelum Masehi.
Artefak tersebut diduga berkaitan dengan temuan harta Ziwiye di Kurdistan, Iran, yang sejak lama menjadi perdebatan karena sebagian besar benda dari lokasi itu beredar melalui pasar barang antik tanpa dokumentasi arkeologis yang jelas.
| Baca Juga: Nasib Kekasih Sarwendah, Foto Giorgio Antonio Lenyap dari Poster Seri 'Bunga di Tepi Jurang'
Para kritikus juga menyoroti praktik sejumlah galeri seni internasional yang memodifikasi artefak budaya menjadi karya dekoratif bernilai tinggi.
Mereka menilai transformasi tersebut sering kali mengaburkan asal-usul benda dan menyulitkan penelusuran apakah artefak berasal dari jalur perdagangan yang sah atau hasil penjarahan.
Bagi kalangan arkeolog, polemik yang melibatkan Zendaya bukan semata persoalan fashion.
Kasus itu kembali memunculkan perdebatan mengenai etika perdagangan benda bersejarah, perlindungan warisan budaya, dan tanggung jawab industri seni serta perhiasan dalam memperlakukan artefak kuno. (*)







