VIVIA MEDIA — Fashion selalu berbicara tentang perubahan, menangkap semangat sebuah era lalu menerjemahkannya melalui warna, siluet, tekstur, dan cerita. Namun bertahan di industri ini bukan hanya soal menciptakan sesuatu yang indah, melainkan dibutuhkan kepekaan membaca zaman dan keberanian berevolusi tanpa kehilangan identitas.

Bagi Linda Anggrea, CEO dan founder Buttonscarves, keberhasilan datang dari kemauan terus belajar dari pelanggan.

"Di industri fashion ini, it's a continuous learning. Kita tidak pernah merasa kita tahu everything," ujar Linda saat bincang-bincang tentang Takeover Tropical Paradise Under The Sea di Pantai Indah Kapuk 2, Jakarta, Jumat (18/7).

"Kalau kita mendengarkan customer, jawabannya sudah ada di situ. Kita tidak perlu terlalu berdebat di ruang meeting, karena jawabannya ada di luar ruang meeting," katanya.

| Baca Juga: Bak Dewi Yunani, Zendaya Kenakan Bra Daun di Premiere 'The Odyssey'

Membaca Perubahan Selera

Perilaku konsumen fashion kini tak lagi hanya mencari sesuatu yang menarik, tetapi juga mempertimbangkan nilai, fungsi, kenyamanan, dan cerita di balik produk.

"Customer sebenarnya tidak berhenti belanja, hanya shifting. Mereka memilih mana yang menjadi prioritas," ujar Linda.

Karena itu, data dan intuisi kreatif harus berjalan beriringan. "Kalau customer bilang suka dengan cutting tertentu, lalu kita lihat di data ternyata memang menjadi best seller, berarti itu yang akan kita double down," jelasnya.

Menurutnya, tidak ada formula yang benar-benar permanen dalam fashion. Tren tahun ini belum tentu berlanjut tahun depan.

| Baca Juga: Ganti Busana 3 Kali, Jennifer Lopez Pamer Berlian Ratusan Karat di Pesta Ultah ke-57

Deep Teal: Kedalaman Laut dalam Palet Summer

1 2 3

Tags: