Untuk musim panas tahun ini, deep teal — warna hijau kebiruan yang biasanya identik dengan koleksi autumn-winter global — justru diterjemahkan menjadi energi baru untuk summer.

"Deep teal adalah color of the year 2026. Kalau teman-teman brand global mungkin akan memakai warna ini untuk autumn dan winter, tapi untuk kami warna ini menjadi summer color," ujar Linda.

Inspirasinya datang dari laut. "Aku memang cinta banget sama elemen-elemen laut, mungkin karena aku besar di laut. Setiap kali melihat horizon di laut, pikiran aku jadi bersih dan jernih," ungkapnya.

"Kalau kita lihat dari permukaan laut, semakin kita turun lebih dalam, warnanya akan semakin mendekati warna seperti ini," jelasnya.

| Baca Juga: Samuel Wattimena - Rima Ananda Garap Kostum Pementasan 'Rumah Sakit Jiwa'

Tahun ini, inspirasi tersebut diterjemahkan melalui eksplorasi gradasi yang menggambarkan perubahan cahaya dan kedalaman laut, bukan sekadar satu warna solid.

Melampaui Tren: Ketika Warna Memiliki Identitas

"Deep teal ini adalah tren yang tidak hanya dipakai oleh satu brand. Brand lain juga bisa menggunakannya, tetapi setiap brand punya cara sendiri untuk mentranslasikan tema tersebut," ujar Linda.

Pembeda Buttonscarves ada pada detail gradasi warna yang terinspirasi perubahan warna laut. "Kalau warna bold satu warna berdiri sendiri itu sudah biasa. Kami ingin membawa sentuhan berbeda dengan gradasi, terinspirasi dari laut," katanya.

Evolusi Cara Perempuan Nikmati Fashion

Konsumen kini mencari pengalaman dan ekosistem gaya hidup, bukan sekadar produk. "Awalnya mungkin orang mengenal kami dari scarf. Tapi semakin berkembang, kami melihat bahwa fashion itu adalah pengalaman yang lebih lengkap," kata Linda.

| Baca Juga: Nadin Amizah dan Nicole Rossi Kompak Pakai Tas yang Sama, Gaya Feminin Keduanya Tetap Berbeda

1 2 3

Tags: