Indah Permatasari - Achmad Megantara Kenang Momen Kocak Syuting Film 'Ibadah dan Cinta' di Australia
VIVIA MEDIA — Rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo resmi meluncurkan poster dan trailer resmi untuk film terbaru mereka bertajuk Ibadah dan Cinta. Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Nadzira Shafa.
Melalui perilisan ini, publik diperkenalkan pada dua karakter utama, yakni Rico (Achmad Megantara) dan Santun (Indah Permatasari).
Rico digambarkan sebagai pemuda asal Australia yang sedang kehilangan arah hidup di Melbourne, sementara Santun adalah seorang ustadzah muda yang memegang teguh nilai-nilai pesantren dalam kesehariannya.
Film arahan sutradara Jastis Arimba ini tidak hanya menjanjikan kisah romansa biasa. Alur cerita membawa penonton pada pertanyaan mendasar mengenai pertemuan antara cinta dan iman.
| Baca Juga: Angkat Mitos Banyuwangi, Film Sihir Tanah Kubur Siap Tembus Pasar Global
Profesionalisme Megantara dan Indah Permatasari di Balik Layar
Penunjukan Achmad Megantara dan Indah Permatasari sebagai pemeran utama menjadi daya tarik tersendiri. Di tengah tuntutan peran sebagai pasangan yang jatuh cinta, keduanya diketahui telah memiliki kehidupan rumah tangga masing-masing di dunia nyata.
Achmad Megantara adalah suami dari Asri Faradila Sam Putri dengan dua orang anak, sementara Indah Permatasari adalah istri dari komika Arie Kriting dan telah dikaruniai seorang putra bernama Naka.
Mengenai pembangunan chemistry, Indah Permatasari menegaskan bahwa hubungan mereka dibangun atas dasar profesionalisme.
"Kami membangun hubungan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh karakter masing-masing. Pertemanan kami di luar kamera juga baik-baik saja, jadi komunikasinya lancar. Intinya, kalau butuh intensitas lebih untuk sebuah adegan, ya kami akan coba lebih intens lagi," jelas Indah saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).
| Baca Juga: Film Semua Akan Baik-Baik Saja Raih 4 Nominasi di Festival Film Bandung, Ini Kata Baim Wong
Achmad Megantara menambahkan bahwa mereka saling memberikan ruang selama di lokasi syuting. Jika sedang adegan santai, mereka akan membawanya dengan rileks, namun jika masuk ke adegan emosional yang berat, Megantara akan memberikan ruang bagi Indah untuk mendalami karakter secara maksimal.
"Kalau pas adegan yang santai, ya kami bawa santai juga. Tapi kalau lagi masuk ke adegan-adegan yang berat, aku kasih space atau ruang," tambahnya.
Pengalaman Syuting 12 Hari di Melbourne
Selain di Indonesia, produksi film ini mengambil lokasi di Melbourne, Australia, selama kurang lebih 11 hingga 12 hari pada bulan Agustus tahun lalu. Indah mengenang momen tersebut sebagai pengalaman yang menyenangkan karena hanya melibatkan empat pemeran utama, sehingga menciptakan ikatan yang kuat.
"Kami benar-benar ngerasain desak-desakan, capek bareng, bangun subuh saat masih gelap, dan pulang pun sudah gelap lagi," kenang Indah.
| Baca Juga: Kata Claresta Taufan Soal Peran Sentralnya di Seri 'Bunga di Tepi Jurang'
Pemain film Agak Laen ini juga memuji keindahan pemandangan Melbourne yang menurutnya akan memanjakan mata penonton.
"Pemandangannya itu loh, di Melbourne itu cakep banget, view-nya luar biasa. Tapi memang adegannya rata-rata berat karena sudah menuju bagian akhir cerita (ending), jadi emosinya intens banget," jelas kelahiran Makassar 29 tahun ini.
Megantara mencatat adanya perbedaan ritme kerja di Australia yang menerapkan aturan jam kerja sangat ketat. Hal ini menuntut kerja sama dan dukungan yang solid antara pemain, kru, dan sutradara agar target syuting tercapai tepat waktu.
Kejadian Unik: Warga Lokal Tertipu Akting Pingsan
Sebuah kejadian lucu sempat mewarnai proses syuting di Australia. Megantara menceritakan momen saat adegan Santun pingsan di lokasi yang sangat sepi. Ketika ia berteriak meminta tolong sesuai skenario, seorang warga lokal yang sedang berolahraga lari tiba-tiba datang karena mengira kejadian tersebut nyata.
| Baca Juga: Ananta Rispo, Tarra Budiman dan Dodit Mulyanto Siap Hadapi Pengusaha Tamak di Film 'Ketok Mejik'
"Dia pikir itu kejadian beneran. Aku sebenarnya pengen lanjutin aktingnya biar dapet momen natural, tapi sayang banget sutradaranya keburu teriak 'Cut!'. Soalnya kita kan pakai mikrofon wireless, jadi suaranya bocor semua. Tapi itu keren banget sih, orang itu sampai panik mukanya," kenang Megantara sambil tertawa.
Cameo Arie Kriting dan Bayaran Transport
Hal menarik lainnya adalah kehadiran suami Indah, Arie Kriting, sebagai cameo dalam film ini. Arie berperan sebagai warga Indonesia yang tinggal di Australia.
"Itu 'calling-an' ganti baju doang, haha! Jadi ceritanya dia jadi orang Indonesia yang tinggal di Australia. Bayarannya cuma transport doang," kelakar Indah yang saat syuting di Australia ditemani suaminya.
Megantara menambahkan bahwa keterlibatan Arie Kriting sudah direncanakan sejak di Jakarta karena karakternya dianggap cocok dan Arie kebetulan ikut mendampingi ke Australia.
| Baca Juga: Meisya Amira jadi Istri Tunawicara yang Kerasukan di Film 'Juminten Edan'
"Memang dari waktu di Jakarta sudah diomongin, karakter ini kayaknya cocok kalau Bang Arie yang mainin. Kebetulan kami berangkat bareng ke Australia, ya sudah sekalian saja diajak syuting. Hasilnya seger banget pas dia muncul," ungkap Megantara.
Skenario Ibadah dan Cinta ditulis oleh Ifan Adriansyah Ismail dan menghadirkan jajaran aktor senior serta talenta antara lain Mathias Muchus, Elma Theana, Adhin Abdul Hakim, Berlliana Lovell, Sita Permata Sari, Didi Hasyim, Erwin Rakiman, Irene Librawati, Jamie Aditya dan Stevan Rizky.
Untuk memperkuat aspek emosional, film ini didukung oleh tiga lagu tema. Lagu utama "Ibadah & Cinta" dibawakan oleh Berlliana Lovell dan Tresna Ningrum. Selain itu, terdapat lagu "Pulangmu Abadi" yang dinyanyikan oleh Nadzira Shafa, serta "Pergi Tanpamu" oleh Rianyrian. (*)







