VIVIA MEDIA — Meisya Amira mendapat tantangan baru dalam film Juminten Edan. Aktris tersebut memerankan Juminten, seorang perempuan tunawicara dengan keterbatasan pendengaran yang harus menghadapi berbagai tekanan hingga hidupnya berubah drastis.

Karakter Juminten awalnya digambarkan sebagai istri dan ibu yang berusaha menjalani kehidupan sederhana bersama suaminya, Manto, yang diperankan Dimas Aditya. Namun, kondisi yang dialaminya membuat kehidupan keluarga kecil itu perlahan berubah menjadi penuh teror.

"Juminten ini punya keterbatasan. Dia tidak bisa bicara dan juga sedikit tidak bisa mendengar," ujar Meisya Amira.

Dalam cerita, hubungan Juminten dan Manto sempat tidak mendapat restu dari keluarga karena kondisi yang dimiliki Juminten. Meski begitu, keduanya tetap memilih menikah dan kemudian dikaruniai seorang anak bernama Saskia.

| Baca Juga: Aslinya Indigo, Frislly Herlind Ungkap Kejadian Mistis Nyata di Lokasi Syuting 'Sajen Satu Suro'

Di balik kisah keluarga tersebut, Juminten Edan menghadirkan konflik yang semakin gelap. Gangguan demi gangguan mulai menghampiri hingga membuat kondisi psikologis Juminten terguncang.

Meisya menjelaskan, perubahan besar pada karakter yang diperankannya bermula ketika Juminten mengalami kerasukan. Sejak saat itu, ia berubah menjadi sosok yang tidak lagi bisa mengendalikan dirinya.

"Ada kerasukan, itu dipicu dari bayang-bayang yang muncul di kepala. Sampai akhirnya dia bisa mencelakai warga yang mengganggu keluarganya," kata Meisya.

Perubahan itulah yang membuat film ini tidak hanya menghadirkan unsur horor. Sejumlah adegan laga dan ketegangan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita.

| Baca Juga: Rayakan Perjalanan Buku hingga Cetakan ke-100, 'Filosofi Teras' Diangkat ke Layar Lebar

"Ini bisa dibilang horor action thriller, ya," tambahnya.

Perpaduan drama keluarga, horor, dan aksi menjadi warna utama dalam Juminten Edan. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026. (*)

Tags: