Nayla Purnama Perankan Karakter Kembar dan Latihan Dance ala TWICE di Serial '12 IPA 4'
VIVIA MEDIA — Nayla Purnama membuktikan kualitas aktingnya melalui serial 12 IPA 4. Dalam serial yang diproduksi oleh Unlimited Production dan tayang di platform WeTV tersebut, Nayla tidak hanya sekadar memerankan karakter remaja SMA biasa. Ia dihadapkan pada tantangan besar yang menuntut persiapan fisik serta mental yang ekstra serius.
Nayla didapuk untuk memerankan karakter anak kembar bernama Hana dan Hanin. Peran ganda ini baru pertama ia jalani sepanjang kariernya.
Bagi aktris 19 tahun ini, memerankan dua karakter sekaligus dalam satu judul bukanlah perkara mudah. Meski porsi karakter Hana tidak sebanyak Hanin, ia tetap diwajibkan melakukan pendalaman karakter yang mendalam untuk keduanya.
"Buat memerankan anak kembar lumayan cukup jadi tantangan buat aku karena ini juga pertama kalinya. Dari awal aku diminta untuk mendalami karakter Hanin terlebih dahulu," ungkap Nayla saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
| Baca Juga: Reuni SD Berujung Dilema, Callista Arum Terjebak Cinta Segitiga di Serial 'A Little White Lie'
Ada hal menarik atau fun fact di balik layar saat proses persiapan. Ternyata, pemeran Hana dan Hanin saat kecil adalah sepasang saudara kembar asli yang memiliki sifat sangat mirip dengan karakter di skenario. Nayla pun memanfaatkan momen reading untuk melakukan "observasi" langsung terhadap mereka.
"Waktu reading itu ada momen di mana aku interview mereka berdua untuk merefleksikan ke karakter Hana dan Hanin. Karena mereka berdua benar-benar sudah persis; Hana-nya Hana banget, yang Hanin-nya Hanin banget," tuturnya.
Hana yang Tenang vs Hanin yang Berambisi
Bintang film Vina : Sebelum 7 Hari ini, menjelaskan perbedaan antara kedua karakter tersebut. Hana digambarkan sebagai sosok yang tenang, pendiam, dan penurut terhadap jalan hidupnya. Sebaliknya, Hanin adalah sosok yang meledak-ledak dan tahu apa yang ia inginkan.
"Hana itu sosok yang lebih tenang, mengikuti jalur. Kalau dia merasa memang jalannya seperti ini, ya dia akan ikuti. Beda dengan Hanin yang sangat tahu dia maunya apa, dan gimanapun caranya dia harus mendapatkan itu. Tingkat keambisiusan mereka beda banget," jelas Nayla.
| Baca Juga: Indah Permatasari - Achmad Megantara Kenang Momen Kocak Syuting Film 'Ibadah dan Cinta' di Australia
Secara psikologis, perbedaan ini terlihat jelas di mana Hanin adalah seorang extrovert, sedangkan Hana sangat introvert. Perbedaan karakter yang kontras ini seringkali membuat Nayla kesulitan di lokasi syuting, terutama saat harus bertransformasi dari satu karakter ke karakter lainnya.
"Aku lumayan sering kebablasan, sifat Hana terlalu terbawa Hanin. Sering dimarahi sama Ibu (Sutradara), 'Na, jangan terlalu pecicilan ini Hana'. Karena secara pribadi, aku merasa Nayla itu lebih banyak Hanin-nya," tambahnya sembari tertawa.
Berlatih Dance Selama Sebulan Penuh
Selain tantangan akting ganda, Nayla juga dituntut untuk menjadi seorang dancer handal. Padahal, ia mengaku sama sekali tidak memiliki latar belakang menari. Hal ini sempat membuatnya merasa tertekan, namun kepercayaan dari tim produksi membuatnya bersemangat.
"Terus buat nge-dance-nya, aku latihan bareng teman-teman kurang lebih sebulan full. Dan kebetulan dari teman-teman semuanya, memang aku yang tidak ada basic dance sama sekali. Bisanya cuma tari semut doang," canda Nayla.
| Baca Juga: Poster Film 'Paket Santet' Bikin Kaget, Wajah Yasamin Jasem Hancur dan Bengkak
Ia mengaku bahwa menggerakkan badan sesuai irama adalah bagian tersulit karena menurutnya menari bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari dalam waktu singkat.
Namun, ia tidak mau menyerah. Nayla bahkan mencari inspirasi dari grup K-Pop kenamaan demi mendalami peran Hanin yang mahir menari.
"Nonton K-Pop juga jadi salah satu inspirasi, contohnya TWICE! Saat dikasih tantangan jadi dancer, aku langsung bilang 'Oke, siapa takut? Let’s go!'" tegasnya.
Ciptakan Bahasa Isyarat Khusus Hasil Brainstorming Mandiri
Salah satu detail paling menyentuh dalam serial ini adalah adanya komunikasi unik berupa bahasa isyarat antara Hana dan Hanin. Menariknya, gerakan tersebut bukan sekadar mengikuti standar yang ada, melainkan hasil kreativitas Nayla bersama sang sutradara, Dinna Jasanti.
| Baca Juga: Perdana Kesurupan, Adzwa Aurell Grogi Nakutin Shareefa Daanish di Film Sihir Tanah Kubur
"Di dalam skrip ada penjelasan tentang ASL Forever Together. Terus aku sama Bu Dinna diskusi, apa gerakan yang bisa dibawa sampai mereka besar sebagai simbol kedekatan mereka?" cerita Nayla.
Nayla akhirnya melakukan riset mandiri melalui YouTube. Ia memadukan gerakan American Sign Language (ASL) yang umum, seperti simbol 'I Love You', dengan gerakan tambahan yang ia ciptakan sendiri untuk menggambarkan makna keluarga dan kebersamaan selamanya.
"Sebenarnya aku tidak bisa bilang itu murni bahasa isyarat karena Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dan ASL itu beda. Jadi aku bikin gerakan itu sebagai simbol kasih sayang khusus antara Hanin dan Hana saja," imbuhnya.
Kenangan Masa SMA: Nayla Adalah Hanin Versi Nyata
Saat ditanya mengenai kemiripan karakter dengan kehidupan pribadinya, Nayla tanpa ragu menyebut dirinya sangat mirip dengan Hanin yang aktif dan "pecicilan" saat masih duduk di bangku sekolah.
| Baca Juga: Masayu Anastasia Rasakan Pengalaman Autopsi Mayat dengan Dokter Forensik
"Di sekolah? Hanin-lah! Hanin dia adalah Nayla yang pecicilan," ungkapnya.
Nayla bahkan sempat bercerita tentang ambisinya menjadi pengurus OSIS yang gagal karena dilarang oleh gurunya.
"Aku sempat mau jadi OSIS, tapi dipatahkan sama guru karena katanya sekolah aja susah karena jadwal syuting, gimana mau jadi OSIS? Akhirnya aku ikut ekskul lomba tari saja," kenangnya.
Serial 12 IPA 4 sendiri membawa premis yang emosional dan penuh misteri. Cerita bermula setelah kematian Hana, yang kemudian mendorong Hanin untuk menemukan buku harian kakaknya tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu dan kasih sayang, Hanin memutuskan untuk menyamar menjadi Hana dan masuk ke kelas 12 IPA 4.
Kelas tersebut dikenal sebagai "kelas buangan" di sekolah mereka. Dalam proses penyamarannya, Hanin justru terjebak dalam dinamika kehidupan sekolah yang absurd serta terlibat dalam konflik cinta segitiga yang rumit antara dua siswa tampan nan misterius, Joan dan Jarvis. (*)







