Nayla akhirnya melakukan riset mandiri melalui YouTube. Ia memadukan gerakan American Sign Language (ASL) yang umum, seperti simbol 'I Love You', dengan gerakan tambahan yang ia ciptakan sendiri untuk menggambarkan makna keluarga dan kebersamaan selamanya.

"Sebenarnya aku tidak bisa bilang itu murni bahasa isyarat karena Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dan ASL itu beda. Jadi aku bikin gerakan itu sebagai simbol kasih sayang khusus antara Hanin dan Hana saja," imbuhnya.

Kenangan Masa SMA: Nayla Adalah Hanin Versi Nyata

Saat ditanya mengenai kemiripan karakter dengan kehidupan pribadinya, Nayla tanpa ragu menyebut dirinya sangat mirip dengan Hanin yang aktif dan "pecicilan" saat masih duduk di bangku sekolah.

| Baca Juga: Masayu Anastasia Rasakan Pengalaman Autopsi Mayat dengan Dokter Forensik

"Di sekolah? Hanin-lah! Hanin dia adalah Nayla yang pecicilan," ungkapnya.

Nayla bahkan sempat bercerita tentang ambisinya menjadi pengurus OSIS yang gagal karena dilarang oleh gurunya.

"Aku sempat mau jadi OSIS, tapi dipatahkan sama guru karena katanya sekolah aja susah karena jadwal syuting, gimana mau jadi OSIS? Akhirnya aku ikut ekskul lomba tari saja," kenangnya.

Serial 12 IPA 4 sendiri membawa premis yang emosional dan penuh misteri. Cerita bermula setelah kematian Hana, yang kemudian mendorong Hanin untuk menemukan buku harian kakaknya tersebut. Didorong oleh rasa ingin tahu dan kasih sayang, Hanin memutuskan untuk menyamar menjadi Hana dan masuk ke kelas 12 IPA 4.

Kelas tersebut dikenal sebagai "kelas buangan" di sekolah mereka. Dalam proses penyamarannya, Hanin justru terjebak dalam dinamika kehidupan sekolah yang absurd serta terlibat dalam konflik cinta segitiga yang rumit antara dua siswa tampan nan misterius, Joan dan Jarvis. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: