Belajar dari Ekosistem yang Sudah Berjalan

Proses pembelajaran semacam ini bukan tanpa contoh nyata. Salah satu program yang telah menjalankan pendekatan tersebut selama lima tahun terakhir adalah PINTU Incubator, inisiatif bersama JF3 Fashion Festival, LAKON Indonesia, dan Institut français d'Indonésie (IFI).

Program ini menjadi salah satu ruang di mana pola pembinaan brand, mulai dari penguatan fondasi bisnis, pendampingan menembus pasar internasional, hingga kolaborasi lintas budaya lewat residensi desainer, dipraktikkan secara berkelanjutan.

"Kini kami melihatnya berkembang menjadi platform kolaboratif yang mempertemukan dua ekosistem mode. Yang dibangun bukan hanya hubungan budaya, tetapi juga jejaring profesional dan akses pas," kata Carol Meyer.

Dari kiri_ Carol Meyer-Cultural Attache Kedutaan Besar Prancis di Indonesia_Thresia Mareta-Co Initiator PINTU Incubator dan Founder LAKON Indonesia_Soegianto Nagaria-Chairman JF3 dan Co Initiator PINTU Incubator. Foto: Istimewa

Pengalaman dari ekosistem semacam ini menunjukkan satu benang merah yang sama: brand mode yang mampu bertahan bukan yang paling viral di satu musim, melainkan yang punya fondasi kuat untuk terus berkembang, memahami pasar yang dituju, dan berani membuka diri terhadap kolaborasi lintas budaya sebagai sumber inovasi baru.

"Karena pada akhirnya, yang kami harapkan bukan hanya lahirnya koleksi yang baik, tetapi pelaku mode yang mampu terus bertumbuh dan menentukan langkahnya sendiri, kata Thresia (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: