VIVIA MEDIA — Petugas di sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Rusia menggagalkan aksi penyelundupan narkotika dan obat terlarang (narkoba) di fasilitas penjara mereka. Namun, sosok yang tertangkap bukanlah seorang kurir narkoba, melainkan seekor kucing.

Dilansir dari Euronews, petugas lapas di Koloni Permasyarakatan No. 17 di Nizhny Novgorod pada Selasa (21/7/2026) dilaporkan menangkap seekor kucing berwarna putih dan hitam.

Berdasarkan keterangan Dinas Pemasyarakatan Federal Rusia (FSIN), kucing tersebut kedapatan memasuki lapas mengenakan kalung buatan yang terbuat dari kain.

Saat dia melenggang memasuki halaman depan lapas, petugas awalnya tidak menaruh rasa curiga. Namun, mata para petugas memang jeli. Meski kucing itu terlihat 'santai', petugas menaruh rasa curiga terhadap kalung yang dikenakan kucing tersebut.

| Baca Juga: Lagi Viral, Ini Prompt Poster Film AI 'If My Life Were a Movie'

Kalung-kalung itu, yang mungkin dikira si kucing sebagai hadiah dari pemiliknya, ternyata menyimpan zat terlarang yang rencananya akan didistribusikan ke para penghuni penjara.

Setelah ditangkap, kalung mencurigakan itu dilepas, dan seekor anjing pelacak didatangkan untuk memastikan isinya. Hasilnya tak mengejutkan. Anjing tersebut mengonfirmasi bahwa kalung itu memang berisi narkoba, bukan sekadar aksesori kucing kekinian.

Meski sang kucing itu berpotensi menjadi tersangka, petugas lapas pun akhirnya tetap melepaskan kucing tersebut untuk pergi.

Di Rusia, ternyata fenomena ini bukan yang pertama. Modus menyelundupkan narkoba bahkan telepon seluler pernah terjadi di sejumlah penjara-penjara di Rusia menggunakan kucing. Namun, sayangnya, petugas selama ini kesulitan untuk mengorek informasi dari kucing tersebut, sehingga memutuskan untuk membebaskannya. (*)

Tags: